Stereotip Gaya Mengemudi Menurut Merk Kendaraan


Berdasarkan pengalaman menyetirku selama bertahun-tahun, aku menemukan berbagai macam jenis gaya menyetir orang lain. Uniknya, gaya nyetir mereka ini bisa diasosiasikan dengan merk-merk mobil yang dipakai lho, percaya ga?

Honda Jazz

Honda Jazz. Produk Honda yang sangat sukses ini ga hanya dipakai oleh anak muda saja, tetapi juga ibu-ibu. Maka, ada dua gaya menyetir para jazzer ini (pengguna Honda Jazz = jazzer): 1. Jalannya kencang dan tidak sabaran, 2. Jalannya pelan dan tidak jelas arahnya ke mana.

Gaya yang pertama adalah gaya jazzer dari kalangan anak muda (terutama cowok). Dengan jiwa muda yang membara, disertai dengan luapan hormon testosteron, jazzer-jazzer ini suka mengebut dan paling tidak suka disusul mobil lain. Lain halnya dengan mereka, jazzer dengan gaya kedua menyetir dengan sangat lambat dan tidak jelas mau ke mana. Umumnya mereka ini terdiri dari para ibu-ibu dan sebagian anak muda perempuan. Jazzer-jazzer siput  ini bergerak begitu lambat karena biasanya mereka menyetir sambil melakukan hal lain. Maklum namanya wanita, sambil nyetir mereka bisa dandan, ngegosip, liat-liat pemandangan di kanan kiri (tepatnya cari iklan-iklan SALE di jalan), dll.

Toyota KijangToyota Kijang (Krista atau Kapsul). Toyota jenis ini merupakan mobil favorit para keluarga dan perusahaan (sebagai mobil dinas). Isinya banyak, harganya tidak mahal, dan bensinnya tidak boros. Pada tahun 2000-an awal, toyota ini dijuluki sebagai “mobil sejuta umat” (saking banyaknya yang punya).

Gaya menyetir pengendara Kijang ini biasanya sedikit tidak sabaran dan sering mengklakson orang yang lambat di depannya. Alasannya sampai saat ini kurang jelas, tetapi aku telah memikirkan 2 hal yang paling mungkin. Jika mobil itu adalah mobil keluarga, supirnya pasti stress karena di dalam berisik, ramai, dan riweuh akibat obrolan dan tawa canda anggota keluarga lainnya (terutama sang istri bersama adik-adik perempuannya plus anak-anak). Dia pasti ingin cepat-cepat saja sampai di tujuan supaya bisa keluar dari mobil. Kalau mobil itu adalah mobil dinas, supirnya pasti kesal disuruh ke sana ke mari oleh si boss. Udah capek, di kantor masih ada kerjaan, malah disuruh jemput client ke tempat yang jauh. Ujung-ujungnya, malah semua orang diklaksonin gara-gara emosi.

Kijang Innova

Toyota Kijang Innova. Mobil ini paling hobi mengebut di jalan tol. Jika ada innova di belakang kamu, sebaiknya kamu pindah ke jalur kiri karena dia pasti akan mendahului kamu.

Kebiasaan mengebut Kijang Innova disebabkan oleh dua kombinasi yang sempurna untuk mengebut = supir + cc besar. Pemilik Kijang Innova pada umumnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas sehingga mereka biasanya mempekerjakan supir untuk urusan antar-mengantar. Biasa, namanya supir tiap hari kerjanya menyetir tentu lama-lama bosan jika tidak mengebut. Maka, begitu mereka bertemu dengan mobil ber-cc besar (cc Innova cukup besar, ada yang 2000cc dan 2700cc), kita cuma bisa pasrah melihat mereka ngacir di jalan tol.

Toyota AvanzaToyota Avanza. Versi mininya Toyota Kijang ini ternyata memiliki tarikan awal yang besar. Saking besar tarikannya, kendaraan ini sulit untuk berakselerasi dengan perlahan. Alhasil, para avenzy (pengguna Avanza = avenzy) selalu menyetir kendaraannya dengan akselerasi yang tinggi. Jadi kalau bertemu avanza di jalan,  jangan kaget kalau tiba-tiba ia melesat jauh ke depan tanpa basa-basi.

Di luar dugaan, tarikan avanza yang besar ini banyak diminati oleh anak-anak muda juga. Mereka banyak yang merengek-rengek kepada babehnya untuk dibeliin avanza supaya bisa mengeksplorasi tarikannya. Jadi, gaya menyetir dari para avenzy umumnya suka mengebut dan tidak sabaran jika disuruh mengantri (Maklum, namanya juga anak muda).

Suzuki APV

Suzuki APV. Walaupun mobil ini berbentuk kotak dan perawakannya tinggi, APV seringkali terlihat dikemudikan dengan cepat di jalan raya. Teknik menyalipnya pun sangat agresif, bak mobil angkot mengejar setoran.

Penyebab gaya menyetir yang cukup berbahaya dan menyebalkan ini kemungkinan disebabkan oleh desain mobil APV. APV memiliki moncong/hidung yang pendek sehingga mesin mobil ditaruh di bawah kursi pengemudi.  Namanya mesin mobil, makin lama dinyalakan makin panas jadinya. Jadi, pantat pak supir pun lama-lama serasa dipanggang. Tak kuat menahan panas, yang muncul di otak supir APV hanyalah satu: “Cepetan sampai di tujuan, pantat rasanya udah melepuh nih!”

VW Kodok

VW Kodok. Mobil antik ini merupakan benda yang cukup tenang di jalan raya. Jalannya santai dan tidak suka mengebut. Namanya juga mobil tua, masa mau dipakai ngebut? Mobil seperti ini enaknya hanya untuk dipakai menyetir santai keliling kota sambil buka jendela (harus buka jendela, soalnya ga punya AC, hahaha).

Itulah stereotip gaya-gaya mengemudi menurut merk mobil masing-masing. Merk mobil-mobil lain tidak kutulis karena memang tidak memiliki ciri khas (itu menurut pendapatku lho). Mohon maaf ya kalau ada pengguna kendaraan-kendaraan yang disebutkan di sini merasa tersinggung. Sekali lagi, ini hanya stereotip. Namanya juga stereotip, kan tidak berlaku untuk semua orang (tidak semua orang negro itu pengedar narkoba kan?).

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Stereotip Gaya Mengemudi Menurut Merk Kendaraan

  1. inez says:

    kurang not.. yg punya mobil2 mewah macemnya BMW ato Mercy jg hobi ngebut bgt lho klo di tolo_O wkwk.. nyerah d gw klo dah dikebut ama mreka [klo ama innova kdg masi nekad dikejar =P]

    • Junot D. Ojong says:

      Tapi kalo mobil mewah di jalan raya banyak juga yang nyetirnya ga ngebut. Malah lebih beradab daripada yang laen. Jadi gw ga bs bikin kesimpulan. hehehe

      • inez says:

        hmm.. iya seh.. hehe.. klo di jln biasa kan mreka harus sabar biar ga kserempet kendaraan lain. mahal serpisnya. khukhu

  2. parto says:

    wakakakaka… not2… baca yg avanza ngakak gue…

  3. parto says:

    Kl isuzu panther touring.. gmn not??? haha

  4. hata says:

    klu sama panther gimana??

  5. Pingback: dunia otomotif

  6. ariev says:

    ciamik tuh vw kodoknya…

  7. mumu says:

    rupanya si empunya vw nich…

  8. Pingback: 2010 in review | Akirajunto's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s