Dosen yang Sungguh Sangat Amat Baik Sekali


Pada suatu hari seorang mahasiswa mendatangi dosennya setelah melihat berkas ujian akhir semesternya.  Lalu terjadilah percakapan berikut:

Mahasiswa = M; Dosen = D

M: Permisi Pak, saya ingin bertanya tentang UAS saya.

D: Ya. Kenapa?

M: Ini, Pak. Saya kan waktu itu tidak ikut UTS karena sakit, lalu UAS saya sekarang dapat 58. Bagaimana nih, Pak?

D: Oh, iya. Kamu ini bagaimana, UTS sudah tidak ikut malah UAS-nya jelek. Ya, bagaimana ini? Kamu kenapa waktu itu ga ikut UTS?

M: Saya waktu itu sakit demam berdarah, Pak.

D: Kok ga bilang? Ga lapor ke saya?

M: Sudah kok, Pak. Waktu saya masuk, saya sudah bilang ke Bapak. Terus Bapak bilang nilai UTS-nya diambil dari UAS saya.

D: Oh iya ya. Sini berkas UAS-nya, memangnya kamu salah di mana sih? (Pak Dosen membolak-balik berkas UAS)

M: Bapak tidak ada salah periksa sih.

D: Iya. Oh, nomor 1 salah, nomor 2 juga salah. Hmm…. (Masih melihat-lihat berkas UAS)

(Setelah beberapa detik melihat berkas UAS…)

D: Hmm…. ini nomor 2 kamu salah, tapi sebenarnya ada mahasiswa lain yang lebih salah daripada kamu. Jadi yang ini bisa saya tambahin nilainya.

M: Yang nomor 1 saya cuma salah yang paling terakhir, Pak. Salah hitung.

D: Mana? Oh ini mah bukan salah hitung. Ini salahnya dari sini, saya kan sudah kasih angka yang pas. Kamu tidak usah interpolasi lagi. (ga usah pusing kalau ga ngerti arti “interpolasi”, pokoknya caranya salah deh)

M: Oh…

D: Ini nomor 4 salah di mana?

M: Oh, itu lambda-nya salah, Pak.

D: Mana? Ini bener kok.

M: ???? (Perasaan salah deh, ya udah deh. Diem aja)

D: Ini masih harus diperiksa lagi nih, yang nomor 4 salah di mana. Jadi kamu mau nilai berapa?

M: Ga, Pak. Terserah, Bapak. Saya cuma takut saja saya ga lulus.

D: Oh, lulus mah pasti. Mahasiswa tuh kalau disuruh ngulang malah nilainya makin jelek. Jadi pasti saya lulusin semua. Kamu pasti lulus. C pasti dapet.

M: Oh…. (Wah, benar ya yang dikatakan teman-teman. Bapak ini baik banget nilainya).

D: Saya khawatirnya kamu ga bisa dapet B. Ini nomor 1 bisa saya tambahin lagi nih.

M: (Oh my God! Baik amat, padahal gw ga minta tambahin nilai UAS……)

D: (Membolak-balik berkas UAS) Ini nomor 1 bisa ditambahin, jadi nilainya 65.

M: Saya bisa minta tugas tambahan ga, Pak? Supaya bisa menambah nilai.

D: Oh, ga ada. Ga ada tugas lagi. Nilai di kuliah saya kan saya lihat dari kehadiran, nilai quiz, ujian, dan aktivitas di kelas. Saya lihat dulu nanti punya kamu, bisa dapet B atau ga. Paling kamu dapet BC sih bisa, tapi kalau B saya ga yakin.

M: Oh, terima kasih, Pak. Ga apa-apa nilainya C. Saya tadinya takut saya tidak lulus saja.

D: Ya udah, begitu saja. Nanti saya tambahkan nilainya lalu saya lihat dulu.

M: Ya, Pak. Terima kasih ya, Pak.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Ah, teori!, Sekedar Cerita and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Dosen yang Sungguh Sangat Amat Baik Sekali

  1. inez says:

    boseeeeeeennn

  2. tyson says:

    siapakah beliau?? hihihi tp yg pasti bukan oknum iy** kan?? wakakakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s