JK-Win di Kick Andy


Beberapa hari yang lalu, aku nonton Kick Andy yang bintang tamunya adalah Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Win). Di sana mereka diwawancarai tentang kehidupannya, gosip-gosip, dan hal-hal lainnya oleh si Bung Andy. Tapi bukannya aku mendengarkan cerita kehidupan mereka, malah yang kuperhatikan adalah cara-cara “ngeles” mereka.

ngeles: (kata kerja) tindakan untuk menghindari serangan.

Di sepanjang acara, pasangan JK-Win tidak jarang diberi pertanyaan yang cukup “menyerang”. Mereka pandai sekali ngelesnya, sampai jawabannya pun tidak menjawab pertanyaan. Semua hanya memberi jawaban yang samar-samar tapi tetap terlihat “bijaksana”.

Pertanyaan-pertanyaan yang aku ingat adalah (Mungkin tidak sama persis ya, tapi kurang lebih seperti ini):

  • “Pak Jusuf kan pengusaha, tetapi memegang jabatan di pemerintahan juga. Apakah tidak terjadi konflik kepentingan?”
  • “Saya ini bukan pengusaha, mantan pengusaha. Saya kan sudah pensiun. Perusahaan saya sudah diberikan ke anak cucu saya.” (Mmm… Kayaknya sama saja deh, Pak)
  • “Pak Wiranto, kenapa pas awal kampanye Bapak bisa tiba-tiba jadi kaya? Padahal kan gaji perwira TNI tidak seberapa”
  • “Wah, saya juga tidak tahu. Dulu kan ga pernah itung-itung kekayaan. Sekarang pas harus daftar jumlah kekayaan, dihitung ternyata banyak juga. Dulu kan saya beli tanah di sana-sini dengan teman-teman, ternyata harganya naik semua. Tiba-tiba jadi kaya deh.” (Ya, ya, ya. Percaya aja deh, Pak)

Penonton di studio kelihatan tidak kecewa. Semua senang dengan jawaban JK-Win, mungkin karena yang menonton itu pendukung JK-Win semua ya?

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to JK-Win di Kick Andy

  1. inez says:

    wkwkwk.. gw nonton juga tu not kick andy-nya kmrn. yg dtanya2 ampe ke istri2nya kan? wkwkwk..

  2. tyson says:

    ada satu yg paling parah “ngeles”-nya Bapak-OKB-Tibatiba-Kaya-ntahdarimana, hihihi.. pas ditanya kemungkinan keluarganya korupsi; beliau ga berani jawab dengan tegas bakal menyerahkan ke hukum, malah jawabnya mengelak dg alasan ga ada kemungkinannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s