Catatan Seekor Worm


Sabtu, 13 Juni 2009

Dear diary,

Hari ini aku lelah sekali. Keliling-keliling di internet. Keluar masuk komputer-komputer yang tidak terjaga oleh antivirus. Tapi rasa lelah itu tidak sia-sia, karena hari ini adalah rekor terbaruku menginfeksi sebanyak 2.734.551 komputer.

Setiap komputer hari ini yang kukunjungi… ehm, maksudnya kususup, semuanya tidak memiliki antivirus yang kuat. Memang sih semua antivirus memiliki kelemahan, maka itu aku bisa menyusup dengan bebas. Hehehe. Sesuai prosedur: begitu masuk, langsung duplikat diri sendiri lalu pergi lagi ke komputer lain. Untuk seterusnya, si duplikat ini yang akan beraksi. Buka pintu belakang alias backdoor, ambil password, id, no kartu kredit, dll. Lalu, bawa pulang “dokumen-dokumen” itu ke “majikan”.

Majikan senang sekali kalau aku bawa pulang banyak dokumen. Senyumnya begitu lebar, menyenangkan hati. Aku pun bangga dengan hasil kerjaku, begitu sempurna.

Salah satu dari rahasia keberhasilanku ini adalah sifatku yang mandiri. Aku tidak memerlukan oknum-oknum lain seperti si Executables atau si Doc untuk menyusup ke komputer. Tidak seperti rivalku, si virus, aku bekerja sendiri. Si virus harus menumpang oknum-oknum tertentu, terutama si Executables dan si Doc. Huh, dia pemalas sekali.

Selain itu, rivalku tidak akan mulai bekerja jika dia tidak “dipanggil” oleh si korban. Dia hanya menunggu si korban memilih tumpangan dia untuk dipanggil, baru deh dia mulai bekerja. Kalau tidak dipanggil, dia hanya ongkang-ongkang kaki saja. Terakhir, salah satu cara untuk menghilangkan si virus itu adalah dengan menghancurkan tumpangannya. Jika tumpangannya dihilangkan, dia pun akan ikut menghilang. Kapan ya aku bisa menghilangkan sebuah tumpangan? (Hehehe. Pikiran jahat untuk menghilangkan rival)

Diary, pasti kamu bingung kan kenapa virus yang begitu lemah dan lambat kerjanya itu menjadi rivalku? Karena namaku tidak pernah disebut ketika hasil kerjaku berhasil. Jika ada korban yang menyadari komputernya telah disusupi olehku, yang ia teriakan selalu, “Ah, komputerku masuk virus!”.

Virus, virus, virus! Semua hasil kerjaku dibilang hasil kerja virus! Aku benci sekali si virus ini. Dia hanya bersantai-santai di atas tumpangan, tetapi namanya semakin terkenal. Aku yang bekerja sampai banting tulang, namaku tidak pernah disebut. Aku harus bekerja lebih keras untuk mengalahkan popularitas si virus. Awas ya virus, nanti pasti ada saatnya ketika namaku disebut, “Ah, komputerku kena worm!”

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Catatan Seekor Worm

  1. inez says:

    =)) =)) =))
    jd itu namanya worm?
    wakakakakakakakak

  2. tyson says:

    oh tidak, komputerku masuk cacing! komputerku cacingan! huahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s