Teamwork


“Must be able to work in a team”

Syarat itu sekarang menjadi salah satu syarat wajib bagi para pelamar kerja. Itu karena di dunia kerja, katanya kita akan selalu bekerja dalam tim. Namun, kondisi seperti apa sih yang bisa disebut teamwork? Apakah selama ini kegiatan kita sudah termasuk sebuah teamwork?

Menurutku, teamwork itu bukan cuma satu, tapi ada bermacam-macam dan bisa dibagi menjadi 4 model:

1. Model Pe-rally

Teamwork model ini adalah teamwork yang membutuhkan kepercayaan tinggi. Pe-rally biasanya balapan selalu berdua. Satu menyetir mobil (driver), satu lagi memberi petunjuk jalan (co-driver).  Driver harus mempercayai petunjuk co-driver-nya dalam menyetir karena ia tidak memegang peta dan belum tentu hapal jalur rally-nya. Co-driver memberi petunjuk kepada driver mengenai belokan-belokan yang akan dilalui. Seberapa jauh belokan itu, seberapa tajam belokan itu, dan bahaya-bahaya lainnya dalam perjalanan. Sebaliknya, co-driver harus mempercayai kemampuan driver-nya dan tetap berkonsentrasi pada daftar petunjuk jalan yang ia bacakan. Dalam teamwork ini, masing-masing anggota saling mempercayai kinerja temannya dalam mencapai tujuan, tetapi juga tidak lupa tetap mengerjakan tugas-tugasnya sebaik mungkin.

2. Model Anak Band

Pada model ini, teamwork yang dilakukan adalah tetap semangat walaupun sebenarnya di dalam hati kita tidak semangat. Seringkali ketika di dalam suatu band, kita dituntut untuk memainkan lagu-lagu yang kita kurang suka atau kita kurang mahir. Kita harus tetap memainkannya sebaik atau setidaknya serapih mungkin. Perasaan pasti kesal dan malas kalau disuruh memainkan lagu-lagu tersebut. Namun, kita tidak boleh menunjukkan rasa tidak suka atau malas kita karena itu akan mempengaruhi perasaan anggota band yang lain. Kalau anggota lain jadi ikutan malas, bisa bubar band-nya (bahaya kan?). Kita harus tetap semangat ketika bekerja dalam tim walaupun sebenarnya kita sedang malas atau tidak suka dengan tugas-tugasnya atau mungkin dalam keadaan sedih karena teman-teman kita juga dapat tertular rasa malas itu kalau melihat kita malas (hosh, hosh, hosh…. Panjang banget kalimat tadi. Cape bacanya).

3. Model Baris-Berbaris

Kalau yang model ini, kita bekerja dalam kondisi yang tersinkronisasi dengan teman-teman kita. Kalau berbaris, kita harus sering mengintip teman-teman kita agar barisan tetap rapih dan iramanya sama. Dalam teamwork ini, kita bekerja sambil melihat kondisi teman kita. Timing kita harus tepat dengan timing teman kita agar pekerjaan dapat diselesaikan.

4. Model Kelompok Belajar

Terakhir, model ini biasanya dilakukan ketika kita belajar bersama. Ketika belajar bersama, khususnya ketika mengerjakan soal, kita dituntut untuk dapat membantu dalam menyelesaikan soal dengan cara memberikan ide-ide kita. Kita harus bisa membantu team dengan pengetahuan yang kita punya. Selain itu, kita juga harus bisa menjadi pendengar yang baik ketika anggota lain menuangkan idenya. Ide kita belum tentu solusi yang terbaik, maka kita harus menerima masukan juga dari anggota lain. Model ini mungkin model yang paling sulit karena perbedaan pendapat dapat menyebabkan perpecahan. Kalau 2 anggota berantem tentang ide siapa yang paling baik, bisa tidak selesai-selesai pekerjaannya.

Jadi itulah teamwork menurut pendapatku. Kalau yang diminta oleh perusahaan-perusahaan, teamwork yang macam apa ya? Apakah semua model harus kita kuasai? Bagaimana dengan Anda? Teamwork model apakah yang biasa Anda jalani?

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Teamwork

  1. inez says:

    #2: sangat curcol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s