Kelas 1G (Gokil atau Gagal?)


Pengen cerita saja. Dulu waktu kelas 1 SMA, saya masuk di kelas 1G. Kelas 1-nya ada 7 buah, dari A sampai G, jadi saya kebagian kelas yang terakhir. Tidak tahu sih apakah pembagian kelas itu sesuai nilai, jadi yang paling baik kelas 1A dan yang paling jelek kelas 1G. Tetapi sepertinya tidak. Masing-masing kelas ada yang pintarnya dan ada yang bandelnya.

Awalnya saya beranggapan semua kelas sama, tidak ada kelas yang hebat, tidak ada kelas yang jelek. Namun setelah satu tahun di kelas 1 G,  sepertinya kelas ini lebih cacat daripada kelas yang lain.

Yang paling jelas dari kecacatan kelas ini adalah kemampuan olahraganya. Setiap kali ada classmeeting (pertandingan olahraga antar kelas), kelas kita selalu kalah. Kalah di sini maksudnya adalah tidak memenangkan pertandingan plus beda score yang sangat jauh. Bukti kecacatan olahraga kelas 1G ini paling terlihat pada cabang sepak bola. Score kami hanya bernilai satuan, tetapi score musuh bernilai belasan. Sungguh menyedihkan.

Saya pernah menyaksikan pertandingan kelas kami. Babak pertama kelas kami unggul 1 – 0, gol dari tendangan bebas yang indah. Lalu saya tinggal pergi. Setelah kembali, permainan sudah selesai dengan score 1 – 23 (yep, kelas kami kalah). Catatan kekalahan kelas 1G ini menjadi sangat populer sehingga kelas kami dijuluki sebagai “bonus stage” di classmeeting.

Beralih dari olahraga, kita ke masalah cinta. Di kelas ini ada satu pasangan romantis. Tapi pasangan yang satu ini akan membuat Anda malas untuk berpacaran. Mereka duduk bersebelahan di kelas. Saya duduk paling belakang, sedangkan mereka di barisan tengah. Tahu yang mereka lakukan ketika pelajaran? Gosok-gosok (eya… baju kali digosok). Saya dan teman sebangku saya sering melihat sang pria menaruh tangannya di atas paha pasangannya lalu bergerak maju mundur deh. Mungkin kalau sekali-kali sih tak apa-apa ya, namanya juga orang pacaran. Tapi ini sangat sering dan dilakukan di kelas ketika pelajaran. Ya ampun…

Terakhir, kelas ini juga memiliki predikat di bidang musik perkusi. Kalau tidak salah, ada 2 orang yang jago membunyi-bunyikan meja dengan telapak tangannya. Iramanya sih simple, tetapi kekuatannya dashyat. Kalau mereka mulai bermain, satu sekolah pasti bisa mendengar. Jadilah guru-guru yang lagi menganggur, datang berkunjung ke kelas kita. Yang menyebalkan dari para perkusionis ini adalah mereka tidak memiliki sense yang baik terhadap waktu. Kalau mau buat rusuh, ya pas kelas lain rusuh juga donk. Jangan pas lagi sepi terus kita rusuh, itu mah cari mati namanya. Ketika kelas lain sedang belajar, lalu kelas kita tidak ada guru, malah pukul-pukul meja sambil teriak-teriak, “Pulang… pulang…” Aduh, aduh, kenapa saya bisa masuk di kelas ini ya?

Itulah kelas 1G. Kelas yang baik hati memberi score ketika classmeeting, romantis dalam cara yang menjijikan, dan memiliki musikalitas yang tinggi tanpa kepandaian. Entah G-nya itu berarti gokil atau gagal, silahkan Anda intepretasikan sendiri.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kelas 1G (Gokil atau Gagal?)

  1. inez says:

    juntooo.. gw bacanya sambil makan sampe ampir kselek beberapa kali.. hahahaha

    itu yg pacaran parah juga ==”
    klo gw sih dulu pas smp tu ada guru yg slalu wanti2: “yang cowo2.. jangan naro tangan di bawah meja ya.. yang cewe2 jg awas.. pahanya jgn sampe nempel2 ke yg cowo2.. kalian belum mengerti apa yang bisa terjadi” =))

  2. yos says:

    masa lo 1-7 sih? bukannya ama Ferry ya di 1-6? soalnya kan yang menang classmeet sepak bola itu kan 1-7, soalnya ada deny ama Apit… Apa gw salah inget ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s