Active Noise Control


Akhirnya saya menulis tentang hal-hal yang berbau teknik atau elektro. Hehehe… Active Noise Control ini adalah topik Tugas Akhir saya atau kalau universitas lain biasa menyebut “skripsi”.

Active Noise Control yang kalau diindonesiakan menjadi Kendali Bising Aktif adalah suatu teknik meredam suara dengan menggunakan suara lain. Ajaib bukan? Bayangkan kalau adik anda berteriak, lalu anda ikut berteriak untuk meredam suara si adik, bukannya jadi sunyi malah makin berisik tentunya. Tetapi active noise control dapat mengeluarkan suara yang sangat khusus sehingga bisa meredam suara lain. Inilah prinsipnya:

Suara adalaActive Noise Controlh getaran atau gelombang tekanan udara. Sebagai gelombang, kita bisa gambarkan suara seperti satu gelombang seperti pada gambar berikut. Suara yang ingin kita redam adalah “sinyal primer”. Suara yang kita keluarkan untuk meredam sinyal primer adalah “sinyal sekunder”. Jika sinyal sekunder memiliki bentuk seperti pada gambar tersebut, yakni amplitudonya sama tetapi bentuknya terbalik, maka akan menghasilkan gelombang yang memiliki amplitudo kecil (sinyal residu). Amplitudo yang kecil berarti suara yang dihasilkan juga kecil, sehingga suara dapat diredam.

Sistem ANC (Active Noise Control) umumnya menggunakan 3 macam alat: mikrofon, speaker, dan DSP (Digital Signal Processor). ANC Kanal TunggalMikrofon yang digunakan ada 2 macam: mikrofon referensi dan mikrofon galat/error. Mikrofon referensi digunakan untuk membaca karakteristik suara yang akan diredam. Mikrofon error dipakai untuk membaca apakah suara sudah teredam atau belum. Speaker digunakan untuk mengeluarkan suara antinoise dan DSP adalah otak dari sistem, berguna untuk memperhitungkan karakteristik antinoise yang harus dikeluarkan speaker.

Inilah cara kerja dari sistem ANC:

Mikrofon referensi membaca suara bising yang ingin diredam, suara ini dimasukkan ke dalam DSP (pada gambar, kotak bertuliskan ANC adalah DSP). Di dalam DSP, antinoise dikalkulasi dan dihasilkan berdasarkan karakterstik suara bising dari mikrofon referensi. Lalu antinoise dikeluarkan melalui speaker dan hasil pertemuan suara bising dan antinoise, yakni suara residu dibaca oleh mikrofon error. DSP menghitung hasil pembacaan mikrofon error. Jika suara residu masih kurang kecil, maka DSP mengubah karakteristik antinoise agar dapat meredam suara bising. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai suara residu cukup kecil yang menandakan suara bising sudah teredam. Antinoise dihasilkan dengan teknik Adaptive Control yang tidak akan dibahas di sini.

ANC diaplikasikan di berbagai bidang: audio, otomotif, industri, bahkan penerbangan. Di bidang audio, ANC dipasang pada headphone. Kalau anda suka melihat-lihat headphone, ada beberapa headphone yang sudah dilengkapi dengan sistem ANC sehingga suara dari luar tidak terdengar masuk ke dalam. Mobil juga ada yang sudah dilengkapi ANC untuk mengurangi suara berisik dari mesin dan ban mobil. Di industri, ANC digunakan untuk menghilangkan suara pabrik terutama bagi operator yang seharian bekerja di dalam pabrik. ANC di bidang penerbangan dipasang pada pesawat baling-baling untuk mengurangi berisiknya suara mesin. Pesawat jet tidak menggunakan ANC karena suara mesinnya sulit untuk diredam dengan ANC.

Selain untuk meredam suara, ada versi lain ANC seperti AVC (Active Vibration Control) dan AFC (Active Force Control). Sesuai namanya, AVC digunakan untuk meredam getaran, umumnya getaran mesin. AFC mirip dengan AVC, yakni untuk meredam gerakan dan aplikasinya adalah pada suspensi mobil.

Mungkin anda sudah merasa cukup pusing membaca tentang ANC ini. Kisah-kisah tentang ANC akan dipaparkan pada posting-postingan berikutnya.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Active Noise Control

  1. inez says:

    gyaaaa
    ud dnger presentasinya 2x..

  2. mairi says:

    saya sedang mempelajari juga tentang anc ini!!! tapi saya sekarang sedang kesulitan mencari dsp nya!!!
    dilabor ada dsp yang bisa digunakan untuk active wave kontrol….
    klau boleh tau dsp buat sendiri atau beli yang paketan!!! kl bolrh tau bli dimana!! kl buat sendiri bagaimana!!

    • Kalau saya waktu itu pakai DSP Texas Instruments 6713. Belinya ya pesan ke luar negeri. Kalau buat sendiri wah butuh perjuangan extra, mas. Pakai yang sudah jadi ini saja sudah susah.

  3. dimas says:

    Halo. Umpama aja nih ya…tetangga kita di Barat dan Selatan hobi banget nyetel musik pakai speaker aktif. Terus dentumannya bikin telinga kita risih dan lelah. Ada nggak sih aplikasi siap-pakainya ANC ini buat rumah dengan kasus semacam itu? Carinya di mana tuh? Thanks banget lho. Your answer means so much to me. (And my parents.) (And my grannies).

    • Wah kalau untuk itu, mungkin yang paling dekat aplikasinya adalah headphone dengan ANC. Sudah ada headphone yang pakai ANC, jadi suara luar bisa teredam, hanya musik dari headphone saja (tapi masa kalian di rumah harus selalu pakai headphone ya, hahaha).

      Kalau untuk bisa meredam di seluruh rumah sih belum ada dan menurutku agak sulit ya. Aplikasi ANC yg saat ini ada hanya baru bisa pada ruangan yang kecil, seperti di kabin mobil dan pesawat. Kalau untuk ruangan sepertinya masih sulit (waktu saya kerjakan di skripsi saya saja hanya bisa sekitar radius 20 cm).

      Satu hal lagi, ANC ini hanya bisa meredam suara berfrekuensi rendah (sekitar 2kHz ke bawah). Kalau suara musik kan bisa mencapai 15-20 kHz, jadi pasti masih ada sisa suaranya.

      Saranku sih tolong dikasih tahu aja tetangganya, atau lapor Pak RT, hehehe.

  4. yo2 says:

    kalau buat lingkungan yang dekat bandara bisa ga ya?
    untuk mengurangi suara bising pesawat.
    kalaupun bisa, aplikasinya di dalam rumah atau di luar rumah?
    sebab saat ini pihak angkasa pura juga belum punya solusi terkait masalah ini, jadi kalo bisa di aplikasikan pastinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar bandara.

    • Di bandara sebenarnya bisa pak. Banyak literatur yang menunjukkan aplikasinya di bandara. Tetapi penerapannya membutuhkan peralatan speaker yang besar sekali. Tidak bisa dipasang di dalam rumah. Solusi yang paling optimal adalah menaruh speaker antinoise di pinggir lapangan terbangnya. Kmudian mic-mic sensor diletakan di sekeliling bandara. Speaker yang digunakan ini haruslah besar dan banyak, karena harus dapat mengeluarkan suara sekeras suara pesawat. Tentu memang mahal dan cukup sulit aplikasinya karena membutuhkan kalkulasi komputer yang tidak simple untuk dapat menghasilkan antinoise yang dapat mencakup wilayah yang luas di sekitar bandara.

      Solusi saat ini yang paling praktis adalah memasang peredam di rumah yang berada di dekat bandara, pak.

  5. yo2 says:

    Saya pikir kalo ada analisa studi dan percobaan ANC yang bisa meyakinkan pihak terkait, pastinya bisa di usulkan ke pihak pengelola bandara.
    Btw Mengenai peredam yang di rumah itu peredam aktif atau pasif ya?, mohon pencerahannya.

    Makasih..
    (note: bisa reply ke email saja)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s