The Illegal Guide for ITB Electrical Engineering Students


Bagi yang membaca judul tersebut, jangan pernah terpikir ini adalah trik-trik cara masuk Teknik Elektro ITB secara ilegal. Yang masuk secara legal saja harus berjuang setengah mati untuk lulus, apalagi yang masuk secara ilegal? Ini hanya sebuah petunjuk-petunjuk cara memilih konsentrasi bidang dalam Teknik Elektro ITB. Sebentar lagi saya akan meninggalkan ITB, jadi alangkah baiknya jika saya meninggalkan suatu petuah-petuah yang mungkin berguna bagi adik-adik yang ingin atau sedang kuliah di jurusan Teknik Elektro ITB.

Teknik Elektro ITB baru saja dirombak susunan kurikulumnya agar mengikuti ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) sehingga sudah tidak ada lagi subjurusan (subjur) di dalamnya. Dahulu Teknik Elektro ITB dibagi menjadi 6 subjur: Tenaga Listrik (Arus Kuat atau Power), Telekomunikasi (Telkom), Elektronika (Elka), Kendali (Control), Komputer (Computer. Ga penting, cuma ubah huruf ‘K’ jadi ‘C’), dan Biomedika (Biomedik. Lebih ga penting lagi isi dalam kurungnya, hehehe).  Namun sejak mengikuti kurikulum ABET, Teknik Elektro tidak lagi menetapkan subjur-subjur. Jadi mahasiswa bebas mau mengambil kuliah (selain kuliah-kuliah dasar yang wajib) sesuai minatnya tanpa aturan kuliah-kuliah wajib subjur. Jadinya bebas sih, tetapi berbahaya kalau mahasiswa tidak tahu arah studinya. Bisa-bisa jadi lulusan Teknik Elektro gado-gado, tak jelas konsentrasi studinya.

Mungkin bagi yang masih bingung memilih kuliah, sebaiknya memakai subjur-subjur yang sudah tak ada itu sebagai acuan. Atau lebih baik lagi kalau konsultasi sama dosen walinya (kalau dosen walinya baik dan mudah dicari. Banyak dosen wali yang kurang “mewali-i” mahasiswanya, hehehe). Subjur-subjur itu masih berguna karena dunia kerja masih mengenalnya. Jadi biasanya kita akan ditanya, “Elektronya apa? Power? Telkom? Control?”. Kecuali kalau kamu cukup kreatif untuk menciptakan subjurusan sendiri, ya monggo deh mas.

Berdasarkan pengalaman kuliah saya, bukan hanya memilih kuliah saja yang bikin bingung, memilih subjur pun bisa sakit kepala. Tidak sedikit dari kawan-kawan saya yang ketika hampir lulus, merasa telah salah masuk subjur. Sebenarnya suka tentang “beginian”, eh malah “beginian” itu adanya di subjur tetangga. Kalau sudah begitu menyesal deh, ga mungkin kan ngulang kuliah lagi? (walaupun ada sih yang mengulang demi pindah subjur) Jadi tanpa banyak omong, akan saya paparkan subjur-subjur yang dahulu ada di Teknik Elektro ITB:

1. Teknik Tenaga Listrik a.k.a. Power a.k.a. Arus Kuat: subjur ini cocok buat kamu yang ingin belajar hal-hal yang berhubungan dengan tiang-tiang listrik di jalan raya, sutet-sutet, atau memiliki mimpi bekerja di PLN. Tak hanya itu, subjur ini juga mendalami ilmu motor (bukan motornya si komeng, tapi motor yang biasanya buat pompa air atau biasa kita sebut sanyo). Pabrik-pabrik biasanya membutuhkan lulusan elektro yang mengerti tentang motor. Selain benda-benda yang besar, subjur ini juga belajar software lho: SCADA. SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) adalah suatu sistem untuk memonitor (bahkan juga mengendalikan) suatu jaringan listrik atau sistem di dalam pabrik. Biasanya SCADA ini berupa tampilan ilustrasi sistem yang dimonitor pada layar komputer. Ohya, pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga kerja arus kuat tak hanya pabrik manufaktur, tetapi juga industri oil & gas. Jadi, kamu-kamu yang tergiur dengan “Emas Hitam”, alangkah baiknya kamu mengikuti jejak subjur ini.

2. Teknik Telekomunikasi a.k.a. Telkom: kalau mendengar kata telekomunikasi, jangan langsung terpikir handphone. Handphone hanyalah bagian kecil dari ilmu telekomunikasi. Topik yang sekarang banyak dipelajari di teknik telkom adalah internet. Jadi, kamu harus suka mengutak-atik internet dan programming untuk sukses di subjur ini. Programming dibutuhkan karena internet diutak-atik dengan bahasa pemograman. Memang sebagian besar topik yang digali adalah internet, tetapi masih ada topik-topik yang sudah ada sejak dulu tetapi masih dipelajari yakni antena. Tidak banyak yang mau mendalami ilmu antena ini karena kuliahnya yang sangat sulit.

3. Teknik  Elektronika a.k.a. Elka: pertama kali mendengar istilah subjur ini, kupikir yang dipelajari adalah isi dari komponen-komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, IC, dll. Jadi bayangannya adalah belajar tentang sifat-sifat material komponen itu. Ternyata tidak. Subjur elka juga belajar tentang komputer dan prosesor. Mereka belajar tentang mendesain IC (mendesain IC bukan berarti memikirkan jenis material hardwarenya, tetapi memrogram IC itu). Desain IC ini ada lomba yang sangat bergengsi yakni IC Design Contest yang biasanya diadakan di Jepang. Kemarin ini tim dari ITB menang dan masuk TV lho, hehheehe.

4. Teknik Kendali a.k.a. Control: subjur ini kiblatnya ke arah robotika dan otomasi industri. Namun, dosen-dosen di subjur ini lebih mengajarkan ilmu-ilmu sistem kendali yang teoritis, yang matematikanya “njelimet” tanpa aplikasi. Kalau kamu mau mengikuti jejak ini, PASTIKAN kamu belajar tentang PLC (Programmable Logic Control), DCS (Distributed Control Systems), dan SCADA. PLC adalah alat-alat standard untuk otomasi di industri. Kalau kamu mengatakan dirimu adalah seorang Control Engineer, setidaknya kamu harus mengerti minimal tentang PLC. PLC, DCS, dan SCADA tidak diajarkan di subjur ini. Maka itu kamu harus mengambil ilmunya di jurusan tetangga. PLC dan DCS bisa dipelajari di jurusan Fisika Teknik. Kalau SCADA bisa dipelajari di subjur Teknik Tenaga Listrik.  Kalau mengenai robotika, silahkan ikut lomba KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia). Itu sudah cukup untuk mempelajari robotika, walaupun dengan perjuangan yang berat. Selain subjur power, subjur ini juga diminati oleh sektor oil & gas, tapi pastikan kamu belajar PLC supaya tidak kalah saing dengan jurusan Fisika Teknik.

5. Teknik Komputer: Banyak yang bingung untuk memilih subjur ini atau jurusan Informatika. Saya sih kurang mengerti ya mana yang lebih baik karena saya dulu mengambil subjur kendali. Pokoknya kalau di subjur ini, yang dipelajari adalah pemograman (C, C++, assembly), operating system, jaringan, dan arsitektur komputer. Ada yang bilang jurusan ini lebih mempelajari hardware komputer dibandingkan jurusan informatika. Yah, yang penting belajarnya tentang komputer deh.

6. Teknik Biomedika: subjur ini termasuk subjur yang misterius, hehehe. Orang yang masuk subjur ini sedikit dan biasanya kita kehilangan contact dengan mereka, entah karena alasan apapun. Intinya subjur ini mempelajari instrumen-instrumen kedokteran. Jadi yang dipelajari adalah sensor, anatomi tubuh manusia, alat-alat pengukuran dalam kedokteran, dan juga image processing. Image processing ini biasa diterapkan untuk alat pencitraan medis seperti X-ray, MRI, ultrasound, dll. Lapangan pekerjaan? Wah, saya belum begitu mengerti tuh. Harusnya sih bekerja di rumah sakit atau produsen alat kedokteran ya.

Itulah petunjuk-petunjuk dari saya. Maklum ya kalau untuk beberapa subjur kurang lengkap karena saya kan ga pernah merasakan semua subjur, heheehe.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in tips and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to The Illegal Guide for ITB Electrical Engineering Students

  1. Oemar Bakrie says:

    Lho, bukannya sekarang sudah “dipecah” jadi 3 Program Studi ?

    BTW, mungkin maksudnya bukan “illegal guide …” tapi “unauthorized guide …”

    Salam kenal.

    • Iya dipecah jadi 3 prodi, saya ga cerita ttg itu soalnya udah kepanjangan nih postingannya. hehehe. Takut makin bosen bacanya.

      Betul juga, harusnya “unauthorized”, duh kok ga kepikiran ya waktu itu…

  2. akira toriyama says:

    wah lulusan gado gado malah dianjurkan kak klo di kurilkulum yang baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s