Elektrofikasi 100%


Tadi siang saya mendengar pembicaraan dua orang teman elektro saya. Mereka membicarakan cita-cita mereka di masa depan dengan visi “Elektrofikasi 100%”. Ada yang tahu arti kata ‘elektrofikasi’? Saya baru pernah mendengar kata itu tadi di pembicaraan mereka. Mungkin definisi elektrofikasi itu kurang jelas, tetapi mereka bilang bahwa jika Indonesia sudah  ter-elektrofikasi 100% berarti seluruh bangsa Indonesia, baik yang di kota dan di desa, mendapatkan semua layanan elektrik. Layanan elektrik itu berupa lampu penerangan, televisi, hingga internet. Memang suatu impian yang indah sih, tetapi bagiku elektrofikasi 100% itu adalah tidak mungkin. Sampai kiamat pun tidak ada yang namanya elektrofikasi 100%.

Elektrik dan elektronik adalah suatu bidang yang sangat dinamik. Ilmu dalam bidang ini masih dalam tahap perkembangan dan akan terus dikembangkan tanpa henti. Coba saja lihat perkembangan komputer. Hari ini keluar windows vista, beberapa minggu kemudian muncul windows 7. Perkembangannya sangat cepat sehingga tidak mungkin seluruh Indonesia merasakan layanan elektrik dan elektronik yang sama semua. Akan selalu muncul teknologi baru dan yang paling pertama bisa mencoba teknologi itu adalah pasti masyarakat perkotaan.

Andaikata seluruh pedesaan di Indonesia sudah diterangi lampu-lampu, mendapat jaringan televisi, GSM, CDMA, internet, dan bahkan 3G, di perkotaan pasti sudah muncul teknologi baru yang sudah banyak digunakan di sana. Jadilah gagal elektrofikasi 100% karena teknologi di pedesaan tidak selengkap di perkotaan. Paling mungkin yang dikatakan adalah elektrofikasi 80% atau 90% atau 99% (entah darimana persentasi ini diukur). Atau bisa saja elektrofikasi 100% tetapi dengan syarat teknologi yang digunakan hanya dibatasi sampai internet. Kalau ingin memasukkan teknologi baru, jadinya elektrofikasi 110%. Wakaka…. aneh deh jadinya, nanti di akhir abad ini bisa-bisa sudah elektrofikasi 300%. Ga jelas tuh angka sampai kapan berhentinya.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s