PLC Omron CJ1M Series: Memulai dengan CX-Programmer


PLC Omron dapat diprogram dengan menggunakan software CX-Programmer. Software ini dapat diperoleh di dealer-dealer Omron terdekat. Untuk dapat memogram PLC, PC tempat CX-Programmer diinstall harus dihubungkan ke CPU unit PLC dengan menggunakan kabel serial.

Setelah menghubungkan CPU unit dengan PC, setting PLC harus ditentukan. Cara penentuan setting PLC ada 2: Auto Online dan secara manual. Cara Auto Online adalah melakukan penyettingan PLC secara otomatis dengan membaca parameter-parameter di PLC. Dengan menekan tombol Auto Online di toolbar atau memilih menu di PLC -> Auto Online -> Auto Online, parameter-parameter setting PLC seperti: urutan modul, alamat modul, jenis modul, dan isi program di CPU unit dapat ditransfer ke CX-Programmer. Cara ini memudahkan kita karena hanya cukup menklik satu tombol. Namun jika PLC sudah pernah diprogram, Auto Online dapat menghasilkan error message jika susunan modul-modul PLC tidak sama ketika diprogram dahulu kala. Dalam kasus ini, sebaiknya kita melakukan setting secara manual.

Setting secara manual dilakukan dengan membuat project baru, kemudian memilih jenis PLC yang digunakan (Device Type). Lalu memasukkan jenis-jenis modul yang digunakan dengan cara memilih PLC -> Edit -> IO Table and Unit Setup. Pada hierarki Main Rack, isi Empty Slot sesuai urutan modul yang terhubung ke CPU unit. Misalkan modul-modul terhubung berurutan sebagai berikut: Power Supply – CPU – Input Digital – Output Digital – Input Analog  – Output Analog, maka Empty Slot pertama diisi dengan Input Digital, Empty Slot kedua dengan Output Digital, dan seterusnya.

Untuk beberapa modul, ada parameter Unit No. yang harus ditentukan. Parameter ini ditentukan dengan memutar skrup yang bertuliskan Mach No. pada modul. Posisi skrup ini akan menentukan Unit No. modul tersebut. Ada dua buah skrup untuk menentukan Unit No., satu skrup puluhan (x10), yang satu lagi adalah skrup satuan (x1). Jika modul tersebut ingin diberi Unit No. 12, maka skrup x10 diputar menunjukkan angka 1 dan skrup x1 diputar ke angka 2. Unit No. setiap modul tidak boleh sama dengan modul lainnya, masing-masing modul harus memiliki Unit No. yang unik. Unit No. ini menentukkan peletakan alamat modul pada CPU, jadi tidak boleh sama karena memorinya akan bertabrakan.

Setelah melakukan penyettingan, program ladder siap dibuat. Untuk memulai membuat program ladder, kondisikan CX-Programmer dalam keadaan Offline (tidak sedang berkomunikasi dengan PLC). Keadaan Offline ini dapat ditunjukkan pada status di status bar atau pada latar belakang ladder yang berwarna putih. Jika latar belakang ladder masih berwarna abu-abu, maka sistem masih Online. Untuk meng-Offline-kan sistem, pilih Work Online pada toolbar, atau PLC -> Work Online. Setelah latar belakang ladder sudah berwarna putih, silahkan membuat program ladder.

Setelah selesai membuat program ladder, program ini harus di-download ke PLC. Cara men-download-nya adalah dengan memilih PLC -> Transfer -> To PLC. Proses transfer ini tidak hanya mentransfer program ladder, tetapi juga setting-an PLC. Setelah proses transfer selesai, PLC dijalankan dengan Run Mode (PLC -> Operating Mode -> Run) dan dapat bekerja sendiri tanpa hubungan ke PC lagi.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to PLC Omron CJ1M Series: Memulai dengan CX-Programmer

  1. Pingback: PLC Omron CJ1M Series: Digital I/O « Akirajunto’s Blog

  2. oktian says:

    saya nyari buku panduan penggunaannya dimana ya

    • naidi says:

      dewasa hampir semua alat kontrol menggunakan PLC, kalo untuk peralatan yang harganya mahal ya egk masalah tapi apakah wajar bila kita gunakan PLC untuk sekedar untuk menghidupka lampu taman? kira2 karga sampe berapa dan diimana kita dapat pesan?
      Atas jawabannya trims

  3. Nasruddin says:

    Mau Nanya bagaimana Bikin program untuk calkulasi nilai analog input trus hasilnya di bikin ke analog output.thanks

  4. cungkrinx says:

    Mau Nanya.. langkah-langkah seperti diatas sudah selesai… tetapi pada saat PLC dijalankan dengan Run Mode (PLC -> Operating Mode -> Run) PLC tidak mau RUN,,, ada tulisan :
    Failed to change the operation mode.
    The operating mode may be still changing in the PLC.

    kalo ada tulisan seperti itu bagaimana mengatasinya…??? soalnya sampe sekarang PLCnya tidak bisa saya pergunakan karena tidak mau RUN….

    Mohon bantuannya, Terima kasih..

  5. karjo says:

    mas kalau program dari type CJ2m di convert ke CJ1M
    saya punya sofware cx programmer versi 4.0 tapi tidak bisa baca program PLC dari type CJ2M.
    gimana solusinya mas…
    bisa nggak minta program versi baru untuk cx programmnya….atau beli di mana ya mas..yang murahh…kalau ada yang gratiss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s