PLC Omron CJ1M Series: Analog Input


PLC juga bisa digunakan untuk membaca dan mengolah sinyal analog selain sinyal digital. Untuk melakukan ini, PLC harus memiliki modul Analog Input. Modul ini biasanya didesain untuk membaca sinyal-sinyal standard industri yakni 0 – 5 V, ±10 V, atau 4 – 20 mA. Dalam penjelasan berikut ini, akan ditunjukkan cara penggunaan modul Analog Input dengan contoh modul Omron CJ1W-AD081-V1 Analog Input Unit.

Untuk menggunakan analog input, modul ini harus dihubungkan ke rangkaian PLC dan ditentukan Unit No.-nya. Unit No. ini ditentukan dengan cara mengatur skrup Mach No. di depan Modul Analog Unit. Skrup Mach No. ini ada 2 buah: satu skrup puluhan (x10¹) dan satu skrup satuan (x10°). Jika ingin membuat modul ini memiliki Unit No. 12, putar skrup puluhan ke angka 1 dan skrup satuan ke angka 2. Selain itu, di IO Table dan Unit Setup pada CX-Programmer juga harus diberi Unit No. yang sama. Ingat, Unit No. modul ini tidak boleh sama dengan modul lain karena akan bertabrakan pengalamatan memorinya.

mach no

Pengalamatan memori modul diatur oleh Unit No. dengan aturan seperti berikut:

Unit #n = CIO 2000 + (n x 10) hingga CIO 2000 + (n x 10) + 9

Jadi, jika Unit No. nya 12, maka memori CIO (memori penempatan I/O) berada di alamat CIO 2120 hingga CIO 2129. Memori CIO adalah memori penempatan data input/output pada modul analog. Untuk modul analog input, nilai masukan analog yang terbaca di terminal input disimpan di memori ini setelah dikonversi menjadi data biner 16-bit bertipe signed integer. Modul CJ1W-AD081-V1 memiliki 8 input terminal, yang setiap input menyimpan data hasil konversinya di alamat CIO 2121 hingga 2128 secara berurutan: input 1 di CIO 2121, input 2 di CIO 2122, input 3 di CIO 2123, dst.

Selain penentuan alamat memori, jenis input yang dibaca juga harus ditentukan (tegangan atau arus). Penentuan ini dilakukan dengan mengubah switch di bagian belakang terminal (gambar di bawah). Setelah itu, penentuan range besar tegangan atau arus dapat dilakukan pada IO Table and Unit Setup. Double click pada modul analog input, kemudian pilih jenis input yang ingin dibaca: 0 – 5 V, ±10 V, atau 4 – 20 mA. Ada pengaturan lainnya seperti jumlah buffer yang digunakan, besar resolusi, dan fungsi peak hold. Fungsi-fungsi ini biarkan saja apa adanya jika Anda tidak memperhitungkannya.

switch tegangan arus

Untuk mengakses data input ini, bisa menggunakan fungsi MOV yang memindahkan data dari CIO ke DM atau register. Misalkan pada modul dengan Unit No. 12, input ke-5 ingin dibaca masukannya dan disimpan ke memori DM21234, kita gunakan fungsi ladder MOV 2125 D21234 (lihat gambar berikut).

baca analog

Penulisan alamat CIO tidak perlu menuliskan kata CIO, cukup dengan angka memorinya seperti CIO 2125 ditulis dengan 2125. Untuk daerah memori yang lain seperti DM, perlu dituliskan huruf depannya seperti DM 21234 ditulis dengan D21234.

Dengan perintah MOV tadi, data sinyal analog yang berasal dari input terminal 5 dapat dibaca dan diolah. Konversi nilai analog ke data ini bergantung pada jenis input apa yang dibaca (tegangan atau arus) dan resolusi yang dipakai. Nilai konversi dapat diketahui dengan mengacu pada grafik konversi Analog ke Digital di dalam datasheet.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

47 Responses to PLC Omron CJ1M Series: Analog Input

  1. Pingback: PLC Omron CJ1M Series: Analog Output « Akirajunto’s Blog

  2. Pingback: PLC Omron CJ1M: Mengendalikan Inverter « Akirajunto’s Blog

  3. probo` says:

    Membuat leadder unt AD041-V1?4 inputan 0-5Volt atau 4-20 mA.

  4. kaswanto says:

    halo mas…met kenal…..gini mas mohon pencerahannya mengenai pemograman analog plc omron CPU12. ceriyanya gini saya punya inputan 4-20mA yang fluktuatif dari pressure transmitter saya hubungkan ke PID controller UT351 yokogawa.output UT351 berupa 4-20mA saya hubungkan ke valve controll.

  5. kaswanto says:

    lanjutan…..action dari valve control berubah sesuai settingan PID controller.misal saya setting untuk nilai 2 maka PID controller akan memberikan output tuk valve controller sampe nilai 2 tercapai. jika sudah tercapai maka action valve controller akan berhenti…. yang saya mohon pencrahaannya bagaimana untuk memprogram PLC omron untuk dapat menggantikan fungsi dari UT 351 yokogawa yang saya pakai

    • Untuk itu berarti harus membuat program untuk auto tune PID di dalam PLCnya. Cara untuk auto tune bisa memakai metode Ziegler-Nichols atau metode relay.

      Sudah tahu bagaimana persamaan PID kan?
      Setelah autotune, parameter-parameter PID itu bisa dipakai ke persamaan controller PID nya.

  6. Insinyur Gaptek says:

    selamat pagi admin. tolong dong di di share gambar program pembacaan input analog plc omron,terus perubahan nilai yang terjadi pada program ladder waktu input analog berubah-ubah, juga itu mas admin cara keluarin output analog, klo bisa perbanyak gambar mas, kata dosen saya orang itu lebih cepet paham kalo liat gambar ketimbang tulisan…hehe.thanks ya

    • Waduh, mau gambar yang mana lagi, mas? Di atas sudah ada gambar laddernya tuh untuk baca satu input analog. Di artikel output analog jg sudah saya cantumkan laddernya untuk mengeluarkan output.

      Maksud mas gambar apa ya?

  7. surya says:

    mas salam kenal kebetulan saya pemula untuk PLC dan begitu masuk di dunia industri (Pertamina LOBP) ternyata menggunakan PLC dengan TYpe yang dijelaskan di blog ini sama dan artikelnya sangat sangat membantu sekali dan saran kalau bisa di buat ebooknya, ini lebih baik meski tidak gratis

  8. dena says:

    terima kasih share ilmunya sangat membantu buat belajar. saya lagi mau coba connect sensor output analog 2-20 ma, cuman masih bingung karena output analoh yg di sensor cuman satu (Qa) sedangkang di analog modul butuh input 1+ dan 1- jadi mesti gimana connectnya. terima kasih

    salam dena

    • Seharusnya dari sensor ada dua kabel untuk dihubungkan. Satu Qa, yg satu lagi ground, GND, atau common. Coba diperiksa lagi sensornya, den.

      Nanti dihubungkan ke PLCnya yang Qa ke input + dan yg common/GND ke inpu -.

  9. dena says:

    ok , makasih
    disensor cuman ada 5 kabel
    1 V+ 10~30 vdc
    2. V-
    3. Qa ( analog Output )
    4. Q ( digital output)
    5.NC ( not connected)

    jadi asumsi saya Qa ke 1+ dan V- ke 1-, aplikasi ini saya coba untuk level control jadi pada saat :
    4ma Di output Q1 on
    8ma Di output Q1 +Q2 On
    12ma Di outpu Q1 + Q2 + Q3 On
    16ma Di Output Q1+q2+q3+q4 on
    20ma Di Output Q1+q2+q3+q4+q5 on

    terima kasih atas masukannya
    salam
    dena

  10. KASWANTO says:

    mas ngrepotin lagi… nih..
    tlg bikinin ladder nya mas….kan aku punya supply output 10v. mo tak hubungin dengan cj1m. trus dari plcnya diharapkan ada bisa ngeluarin output 4-20mA dengan menekan push button up utk menaikkan dan push button down,…gmna nih mas mohon pencerahannya

  11. dadi jamaludin says:

    permisi mas mau nanya, untuk alamat cio analog input / output yang ada pada cpu (menyatu dengan cpu) alamatnya sama ga dengan yang modular ?
    terimakasih banyak atas bantuannya mas.

  12. budi says:

    Mas mau tanya kegunaan operating mode switch di sebelah kiri bawah modul analog buat apa ya? trims

  13. budi says:

    mas cara menentukan nilai memori DM nya gmana?
    kalo no unit analognya di nilai 0 , channel analog input 1 (A1/A2) memori yang bisa dibaca brp (CIO-nya), supaya bisa untuk masukan fungsi komparator?

  14. arif says:

    mas boleh minta ladder diagram bwat kontrol motor servo.. mksh sblumnya..

  15. yeppeo says:

    mas, mau tanya..
    kalo ladder buat plc omron cp1h sama ga dengan cj1m?
    ato ada yang beda dibagian mananya..
    saya masih bingung bikin ladder diagram pake analog I/O.
    makasih sebelumnya,mas..

    • wah, maaf saya kurang tahu mas kalau cp1h. Maklum belum pernah megang. Kemungkinan besar sama sih, apalagi kalau sama-sama pakai cx programmer. Kalau pakai analog I/O sih intinya hanya memindahkan data dari dan ke variable analog I/O nya, mas.

  16. Pingback: PLC Omron CJ1M: Mengendalikan Inverter « alaysetiadi

  17. rifki says:

    mas saya mau tanya ne . . .
    plc untuk mengendalikan inverter omrom Jx plcnya memang khusus plc CJ1m atau bisa dengan plc lain . . . .
    mohon penjelasannya mas . . .
    trus boleh gak mintak ledder buat kontrol inverter . . .

  18. Ga mesti sama2 omron kok, mas. Beda merk ato tipe juga boleh, soalnya sinyal PLC kan sudah standard semua.

    Di inverter kan ada terminal controlnya, ada 1 digital buat start stop, 1 digital status inverter, 1 analog buat speed inverter. Tinggal hubungkan ke modul2 PLC (digital dan analog) bisa kok dikendalikan.

    Contoh cara controlnya bisa dilihat di sini mas:

    https://akirajunto.wordpress.com/2009/12/16/plc-omron-cj1m-mengendalikan-inverter/

    Itu contohnya sama2 pake omron, tapi caranya general kok. Bisa diterapkan dengan PLC lain.

    • rifki says:

      mau nanya lg ne mas untul mengendalikan kecepatan inverter tersebut bisa nggk pakai plc CPM1A . . .
      trus berapa kecepatan yang bisa dikontrol menggunakan inverter . . .

      • Bisa kok, mas rifki. Tapi musti ada modul analog I/O nya.

        Kecepatan yang bisa di control secara teori sih bisa dari 0 Hz sampai 60 Hz-an. Tapi harus dilihat juga kemampuan motornya, biasanya motor ga bisa dicontrol pada kecepatan di bawah 10 Hz. Dikasih limitasi saja batas kecepatannya di inverter atau di CPM1A nya.

  19. addin says:

    mas punya ndak software omron cj1m cpu 22…..
    saya punya plcnya tapi gak punya softwaenya…..

  20. adyg says:

    tipe plc apa yang bisa mengontrol motor 3 phase???
    tlg di balas ya mas..
    makasih

    • PLC apa saja sebenarnya bisa kok mas. Tergantung mau controlnya seperti apa, kalau controlnya on off saja ya tinggal dihubungkan ke kontaktor 3 phase, kalau ingin atur kecepatan ya harus pakai plc yang ada modul analog.

  21. nyam says:

    mas gimana supaya motor buat konveyor (misalnya) bisa langsung stop saat ditekan stop???? biasanya kan kalo di stop masih ada sisa putarannya.. terima kasih…

    • Saya belum begitu berpengalaman di motor control. Namun setahu saya kalau di motornya di-control pakai VSD biasanya memakai braking resistor, Mas. Jadi ketika motor sudah tidak mendapat supply listrik, sisa energi motor dialirkan ke braking resistor sehingga bisa berhenti lebih cepat.

      • nyam says:

        owh begitu.. hehe terima kasih mas infox😀

        Mas, aku ada 1 lagi ni yang bingung, misal di industri pengepakan ada produk yang beratnya 10 kg, 20 kg, 30 kg, jadi kalo kita pencet 10 kg maka akan ngisi mpe berat mencapai 10 kg, kalo pencet 30 kg maka akan ganti ngisi mpe berat mencapai 30 kg.

        nah kalo itu kyk gmana solusinya mas??
        sensor beratnya nanti dapet darimana n gambaran laddernya seperti pa???

        mohon pencerahannya Mas.

      • Masf respon saya sgak lama, maklum baru sempat cek blog lagi. Maksud dari sensor beratnya dapat dari mana itu apa y? Mungkin bisa dicari di kenari ya. Kalau untuk laddernys, bisa menggunakan fungsi compare. Jadi fungsi ini membandingkan bacaan sensor berat dengan setpoint yg kits pilih. Kalau kits pilih 10 kg, fungsi ini akan memberi tanda ketika bacaan sensor sudah mencapai 10 kg. ketika sudah sampai 10kg, fungsi compare akan mengaktifkan relay untuk menutup valve atau menghentikan motor konveyor. Agar bisa beberapa kombinasi berat, kita bisa membuat 3 fungsi compare, atau dengan mengganti-ganti setpoint fungsi tersebut ketika kita menekan tombol. Memang agakp sulit menjelaskan laddernya di sini, tetapi kurang lebih begitulah gambarannya.

  22. ridho irawan says:

    mas bisa minta buatin ladder donk, ane agak kurang ngerti,
    ane pake sensor ph ( tapi bukan yg di jual tapi buat sendiri)(kisaran 4-20 mA) ph 7= 12 mA, nah ketika ph suatu larutan sekitar 7 (ph=6.8-7.2) maka valve akan terbuka itu gimana ladder nya gan , ane gunain cp1e omron pake cx one, mohon pencerahannya gan

  23. yusuf says:

    mas mau tanya kalo input analog ingin di set dari maka output on

  24. Astur says:

    Asalamualaikum mas, selamat malam, mau nanya, mohon bantuannya saya masih agak bingung dengan analog input dan output mengendalikan inverter dengan MOTOR AC, minta tolong buatkan ladder diagramnnya mas mengontrol atau mengaendalikan inverter mas. dengan pengerak MOTOR AC, dengan PLC omron type CP1L,dan penjelsannya mas. mohon kiranya bisa membantu saya, terimakasih sebelumnnya, mohon bantuannya mas. mohon konfirmasinnya mas. ini email saya alief_mechatronics@yahoo.com.

  25. rifadliardianto says:

    kalo pemrograman PID pada PLC omron gimana ya gan, Algoritma yang digunakan seperti apa. mohon pencerahan. Tkhs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s