Flip Flop dengan Diagram Ladder


Dengan diagram ladder, PLC mudah untuk diaplikasikan pada proses-proses otomasi seperti: pintu garasi otomatis, pengisian produk pada konveyor, pengendalian level cairan pada tanki, dll. Namun, bagi yang tidak terbiasa menggunakan diagram ladder, kadang-kadang membuat aplikasi yang sederhana pun terasa sulit.

Contoh aplikasi sederhana yang cukup “tricky” untuk diimplementasikan dalam diagram ladder adalah lampu flip-flop. Lampu flip-flop adalah dua set lampu yang menyala bergantian dengan selang waktu tertentu, seperti lampu sein atau lampu kuning di jalan raya. Aplikasi ini pada diagram ladder menggunakan fungsi timer untuk mengatur selang waktunya.

flipflop Pada diagram ladder di atas, input PLC ada 2: tombol START dan tombol STOP. Outputnya adalah 2 buah lampu: L1 dan L2. Kedua lampu ini akan menyala bergantian dengan selang waktu yang ditentukan oleh timer. Yang lainnya adalah relay-relay dan kontaktor internal. Contoh ini menggunakan PLC Omron CJ1M CPU11.

Cara kerja timer adalah sebagai berikut: timer mulai menghitung mundur selama timer ter-energized (timer teraliri arus dari kiri). Jika hitungan mundur sudah habis atau timer sudah overflow, kontaktor timer tersebut akan on (kontaktor TIMER 1 adalah T0001, begitu juga TIMER 2). Untuk mereset timer, tinggal memutuskan aliran arus ke timer tersebut (dalam contoh ini, dilakukan oleh kontaktor T1 OFF dan T2 OFF).

Diagram ladder di atas menghasilkan lampu flip-flop dengan cara berikut:

1. Tombol START ditekan sehingga relay EN menyala dan ter-interlocked.

2. Tombol START tadi juga menyalakan TIMER 1 dan meng-interlock-nya juga.

3. Selama TIMER 1 menghitung mundur (5 ms atau 0,5 detik), lampu L1 menyala.

4. Ketika TIMER 1 overflow, kontaktor TIMER 1 (T0001) mengaktifkan relay internal T1 OFF. T1 OFF ini me-reset TIMER 1, mematikan lampu L1,  dan menyalakan TIMER 2.

5. TIMER 2 sekarang menghitung mundur dan lampu L2 menyala.

6. Ketika TIMER 2 overflow, kontaktor TIMER 2 (T0002) mengaktifkan relay internal T2 OFF yang me-reset TIMER 2 dan mematikan lampu L2. Selain itu, kontaktor ini juga mengaktifkan kontaktor REPEAT yang menyalakan TIMER 1.

7.  Begitu seterusnya mengulang lagi ke langkah 3 sehingga lampu L1 dan L2 menyala bergantian setiap 0,5 detik.

8. Jika ingin menghentikan lampu flip-flop, cukup menekan tombol STOP yang akan mematikan relay EN sehingga me-reset TIMER 1 dan TIMER 2 bersamaan.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Flip Flop dengan Diagram Ladder

  1. bang ayee says:

    wah gak mudeng diagramnya mas…

  2. Pingback: 2010 in review | Akirajunto's Blog

  3. yoyo says:

    gag mudeng e mas..
    =.=

  4. Andre Jayasa says:

    mas simulasi pake program apa?bs mnt fileny

  5. maaf ni broo saat program sdng berjalan kalau kontak2x I0:00 tertekan trus apa yang akan terjadi. apakah program ini reliable?

    • Kalau I0:00 ditekan terus, bisa-bisa lampu L1 akan menyala terus (tidak sempat mati). Memang program ini dibuat untuk input I0:00 berupa push-on button, dan tidak ditekan terus menerus.

  6. joenai says:

    mas kalau yang twido ada tha mas ?

  7. anonymous says:

    mas,, kalo bikin itu di urutin dong,, ini mah ngebingungin,, kontak Timernya taroh di bawah timer,, jadi lebih tersusun sama lebih human readable,, -_-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s