WikiLeaks, Whistleblower Kelas Dunia


Kita orang Indonesia pasti tahu tentang whistleblower kita akhir-akhir ini, mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji. Banyak yang mendukung dia dan menganggap dia seorang pahlawan karena telah berani membongkar kasus-kasus KKN di Indonesia. Kasus-kasus tersebut juga bukan termasuk kasus yang kecil, melainkan melibatkan banyak pihak serta jumlah uang yang sangat besar. Namun jika dibandingkan dengan organisasi berikut ini, mungkin Susno Duadji bisa terlihat hanya sebuah whistleblower kelas teri. Organisasi tersebut adalah WikiLeaks, whistleblower berskala internasional.

WikiLeaks adalah sebuah organisasi nonprofit dari The Sunshine Press yang mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia yang berisi tentang informasi mengenai kejahatan di seluruh dunia. Organisasi yang diluncurkan di internet sejak 2006 ini berbasis di Swedia, tetapi kemungkinan memiliki basis-basis lain di seluruh dunia. WikiLeaks mempublikasikan hasil-hasil temuannya di internet, yakni di wikileaks.org.

Mirip dengan Wikipedia, material-material yang ada di WikiLeaks dapat dikirim oleh siapa pun. WikiLeaks sebenarnya sebuah media publik yang menyediakan jasa bagi siapa pun yang ingin mempublikasikan suatu hal yang rahasia/sensitif. Hal-hal tersebut bisa menyangkut kasus KKN, konspirasi, dan kejahatan HAM. Semua identitas pengirim materi-materi tersebut sangat terjamin rahasianya oleh WikiLeaks. Materi-materi yang dikirimkan ke WikiLeaks akan dipelajari dahulu, diolah, dan di-cross-check dengan materi lain hasil riset WikiLeaks sendiri sebelum dipublikasikan.

Materi yang membuat WikiLeaks melonjak popularitasnya adalah video Collateral Murder, yakni video penembakan warga sipil di Irak oleh pasukan Amerika Serikat dari helikopter. Di antara korban penembakan tersebut, ada dua orang wartawan Reuters yang sebelumnya dinyatakan hilang di Irak. Video yang dipublikasikan April 2010 ini membuat geger dunia dan juga pihak Amerika Serikat. Sejak saat itu, WikiLeaks menjadi “musuh” militer Amerika Serikat dan sudah banyak upaya mereka untuk mematikan WikiLeaks (tetapi dokumen mengenai upaya ini juga bocor ke tangan WikiLeaks. Haha!) .

Berbicara mengenai WikiLeaks, tak akan jauh dari figur yang satu ini, yakni Julian Assange. Julian Assange adalah seorang mantan programmer dan hacker Australia yang kemudian menjadi aktif di WikiLeaks dan kini adalah juru bicara atau bisa dibilang “pentolan” WikiLeaks. Pada awal ketika ia dikenal sebagai juru bicara WikiLeaks, hidup Julian sangat rahasia. Dia selalu berpindah-pindah tempat tinggal dan menutup diri dari media massa. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan Julian dilacak dan ditangkap oleh militer Amerika Serikat, karena saat itu Amerika Serikat sudah gencar ingin mematikan WikiLeaks dan menangkap “pemimpinnya”.  Namun seiring berjalannya waktu, popularitas WikiLeaks semakin menguat. Pendukungnya semakin hari semakin bertambah dan WikiLeaks menjalin kerja sama dengan media-media massa besar lain. Sejak itu, Julian mulai berani membuka diri kepada publik. Dia menjadi pembicara di konferensi jurnalistik dan menerima wawancara yang dahulu mungkin tidak akan pernah dia layani.

Sejak berdiri, WikiLeaks telah mempublikasikan ratusan ribu dokumen rahasia. Materi-materi tersebut tidak hanya mengenai militer Amerika Serikat, tetapi juga mengenai kasus-kasus dari negara lain: dari kasus korupsi di Kenya, skandal minyak di Peru, Scientology, sampai kejahatan HAM di Timor Leste. Gebrakan terakhir WikiLeaks adalah Afghan War Diary yakni 91000 buah dokumen mengenai laporan perang di Afghanistan (sebagian besar merupakan laporan perang tentara Amerika Serikat). Materi ini berisi tentang segala insiden yang terjadi selama perang di Afghanistan, jumlah korban yang berjatuhan, dll. WikiLeaks tidak hanya mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut mentah-mentah, tetapi mengolahnya sehingga lebih mudah dimengerti. Salah satu contohnya adalah pembuatan peta yang menunjukkan letak-letak insiden tersebut terjadi.

Kegiatan WikiLeaks yang merupakan whistleblower seluruh dunia tentu menimbulkan banyak rintangan baginya. Badan militer, intelijen, dan pemerintah negara-negara yang merasa terancam oleh WikiLeaks, terutama Amerika Serikat, aktif melakukan segala cara untuk bisa menghentikan WikiLeaks. Rintangan yang dialami WikiLeaks antara lain adalah pemerintah Cina memblokir website WikiLeaks, akun paypal WikiLeaks pernah diblokir, ancaman dan penyadapan terhadap anggota WikiLeaks, dan penutupan fan page WikiLeaks di facebook (sekarang sudah ada lagi fan page-nya). Hal-hal tersebut tidak mampu menghambat WikiLeaks. Pendukungnya semakin hari semakin banyak dan mereka memberi bantuan berupa uang dan juga tenaga mereka ketika WikiLeaks ataupun nara sumbernya mengalami kesulitan. Berakar dari mimpi aktivis-aktivis antar negara untuk memerangi penderitaan manusia (kelaparan, kemiskinan, dll), WikiLeaks terus berjuang mengekspos segala kejahatan pemerintahan korup yang mengakibatkan penderitaan tersebut. Maju terus, WikiLeaks!

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to WikiLeaks, Whistleblower Kelas Dunia

  1. inezrabz says:

    males bacanyaaaaaaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s