Demokrasi Indonesiaku Tercinta (Bagian 3)


Hampir 5 tahun berlalu semenjak Joko, Acong, dan Sitorus melepas Sujono ke Gedung Kura-kura. Mereka saat ini sedang bersusah payah menyambung hidup, tanpa bantuan dari Gedung Kura-kura yang mereka harapkan. Namun pada suatu hari, mereka menerima undangan makan siang dari seseorang.

Sugino namanya. Ia mengundang Joko, Acong, dan Sitorus makan siang. Sambil menyantap makanan yang lezat, Sugino menanyakan kabar Joko, Acong, dan Sitorus. Joko saat ini tetap seperti dahulu, bekerja di suatu perusahaan swasta. Gajinya tetap sama seperti dahulu, walau harga-harga barang sudah naik. Acong tetap memiliki usaha tokonya, walaupun kini harus pindah ke lokasi yang kurang strategis karena tak sanggup membayar harga sewa di tempatnya yang dulu. Sitorus tetap menjadi guru, tetapi tunjangannya terpaksa dikurangi karena siswa yang mendaftar sekolah semakin sedikit akibat tak mampu bayar uang sekolah.

Sugino memiliki banyak kenalan di dalam Gedung Kura-kura saat ini. Ia bercerita bahwa kenalan-kenalannya tersebut hanya tidur siang sepanjang hari di sana. Tidak hanya itu, mereka pun masing-masing diberi komputer paling canggih saat ini. 3 bulan lagi, Gedung Kura-kura akan direnovasi, ditambahkan fasilitas rekreasi bagi pegawai gedung tersebut.

Mendengar kisah Sugino, Joko, Acong, dan Sitorus pun geram. Mereka menceritakan pengalaman mereka dengan Sujono, kawan lama mereka yang bekerja di gedung tersebut. Sugino mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian, “Kalau saya jadi Sujono, saya tidak akan berbuat seperti itu.”

Sugino menyatakan bahwa ia akan menggantikan Sujono di Gedung Kura-kura. Oleh karena itu, ia mengundang Joko, Acong, dan Sitorus makan siang karena ingin mendengar keluh kesah mereka. Sugino berkata bahwa ia akan mengabulkan segala permintaan Joko, Acong, dan Sitorus ketika ia sudah masuk ke dalam Gedung Kura-kura.

Joko, Acong, dan Sitorus pun mengutarakan permintaan-permintaan mereka. Sugino meminta mereka untuk menuliskannya di sehelai kertas. Setelah melipat kertas tersebut dengan rapih, Sugino pun memasukkannya ke dalam kantong baju agar tidak hilang.

Tepat 5 tahun setelah Sujono memasuki Gedung Kura-kura, kini giliran Sugino menggantikannya. Sujono terlihat keluar dari gedung dan pergi dengan mobil hitam mengkilap. Joko, Acong, dan Sitorus berada di depan gerbang Gedung Kura-kura, hendak melepas kepergian kawannya yang baru, Sugino. Tak ada kata salam pun terlempar antara mereka bertiga dengan Sujono, walaupun mobil Sujono tepat melewati samping Joko, Acong, dan Sitorus.

Kini saatnya telah tiba bagi Sugino untuk memasuki Gedung Kura-kura. Ia melambaikan tangannya kepada ketiga kawannya sambil memasuki gedung. Kawannya pun membalas lambaian dengan tatapan penuh harapan. Salah satu di antara mereka berkata, “Kalian merasakan de javu tidak?”

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s