PLC Omron CJ1M Series: Push Button Pengendali Arus


Ada request dari pembaca, katanya bagaimana cara membuat pengendali arus 4 – 20 mA dengan push button. Jadi di aplikasi ini, kita menaikkan dan menurunkan output arus dengan tombol up dan down. Dicoba-coba, sepertinya laddernya akan jadi seperti ini: 

Input yang dipakai adalah 2 push button:

  • UP: untuk menaikkan arus -> address: 0.01
  • DOWN : untuk menurunkan arus -> address: 0.02

Outputnya tentu hanya satu:

  • Analog output (4 – 20 mA) -> address: 2011 (Unit 1, output 1)

Cara kerjanya adalah seperti ini:

  • Sekali tekan tombol UP atau DOWN akan menaikkan atau menurunkan arus sebesar 0.1 mA.
  • Jika salah satu tombol ini ditahan, arus akan berubah terus menerus (naik atau turun, tergantung tombol mana yang ditahan) hingga mencapai 4 mA atau 20 mA.
  • Jika tombol dilepas, tentu arus berhenti berubah.
  • Jika kedua tombol ditekan, nilai arus tidak akan berubah.

Diagram ladder untuk mengimplementasikannya adalah seperti ini:

Penjelasan Ladder:

  • Baris 0 dan 1 membaca input push button UP dan DOWN, lalu mengaktifkan relay H0.01 dan H0.02.
  • Relay H0.01 dan H0.02 ini akan menambahkan atau mengurangi nilai arus (di alamat D1) pada baris 4 dan 5 sebesar 25 (0.1 mA). Jika ingin mengubah resolusi perubahan arus, tinggal mengubah angka 25 ini.
  • Relay H0.01 dan H0.02 juga mengaktifkan TIMER1 dan TIMER2. Ini untuk mengecek apakah tombol ditahan atau tidak. Jika tombol ditahan lebih dari 1 detik, maka nilai arus akan berubah terus.
  • Kecepatan perubahan arus ketika tombol ditahan juga dapat diatur, dengan TIMER3. TIMER3 ini akan menyala-matikan relay H0.03 setiap 0.1 detik. Jadi arus akan berubah 0.1 mA per 0.1 detik ketika tombol ditahan. Jika ingin mengubah kecepatan perubahannya, tinggal mengatur lama TIMER3.
  • Nilai arus ini dibatasi pada 4 mA dan 20 mA. Jadi jika melampai nilai itu, akan diset pada nilai minimum atau maksimumnya (baris 6 – 9).
  • Kemudian, nilai arus dikirim deh keluar lewat analog output (baris10 – 11).

Program ini belum pernah dites pada PLC aslinya, hanya baru disimulasi. Simulasinya sih berjalan sesuai rencana. Kelemahan yang mungkin muncul ketika diimplementasikan adalah efek bouncing pada push button-nya. Jadinya sekali tekan tombol, arus naik lebih dari satu resolusi (0.1 mA).

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to PLC Omron CJ1M Series: Push Button Pengendali Arus

  1. Iwan says:

    Bagus banget tulisannya,
    sekedar tanya untuk nilai 0 – 4000 itu uda skala 4-20 mA gak perlu rumus linier?
    mohon penjelasan,

    Terima kasih

  2. LUTHFI says:

    mau nanya nih mas….
    kalau misalnya nilai output yang dihasilkan dihubungkan lagi untuk mengaktifkan pemanas, bagaimana proses wiringnya.
    terima kasih

    mohon bantuannya y
    untuk proyek tugas akhir nih….^^

    • wiringnya ya tinggal menghubungkan digital output plc ke relay yang mengaktifkan pemanas. Masalah logic yang menentukan kapan pemanas dinyala/matikan, dibuat dalam ladder program PLC saja (bisa dengan fungsi compare).

      Sesuai tidak dengan yang kamu maksud? Atau ada yang salah?

      • LUTHFI says:

        jadi, bukan dari analog output plc langsung ke relay ya?
        sebenarnya input yang diminta itu berasal dari HMI, dari HMI ditentukan berapa derajat panas yang diinginkan, lalu menghasilkan tegangan atau arus untuk mengaktifkan pemanas tersebut

        makasih banyak mas infonya….
        kalau ada yang masih tidak dimengerti, boleh bertanya lagi kan?

      • analog output tentu tidak bisa ke relay, relay kan diaktifasi pakai sinyal digital.

        Kalau sistemnya seperti itu, berarti ada suhu yang dibaca PLC via analog input. Kalau suhu itu lebih tinggi dari setpoint (yang dari HMI), matikan heater. Kalau suhu lebih rendah dari setpoint, nyalakan heater. Asumsi saya heater tinggal dinyala-matikan dengan relay, jadi lewat digital output PLC.

        Di logicnya juga diberi deadband saja, jadi heater itu tidak akan nyala-mati terlalu sering ketika suhu sedang fluktuatif di dekat setpoint.

        Silahkan tanya lagi, sapa tahu saya menjelaskannya ada yang kurang atau salah. Kita sama2 bagi ilmu kok😀

      • LUTHFI says:

        o iya mas, klo relay yang ada di program ladder itu, hanya sebatas flag atau memang relay yang sesungguhnya?

      • kalau relay itu di-assign dengan alamat IO, ya dia akan terhubung ke IO PLC yang akan mengakfikan/diaktifkan relay sesungguhnya di luar.

        kalau relay-nya diassign dengan alamat internal, ya hanya jadi flag.

  3. LUTHFI says:

    agak bingung juga nih….
    saya sudah buat program yang serupa (tapi belum di uji coba ke hardwarenya), tapi kebetulan dosen pembimbing mintanya dari HMI itu kita bisa mengendalikan arus atau tegangannya baru nantinya arus atau tegangan ini yang menentukan panas atau rendahnya suhu yang dihasilkan pemanas. kalau misal di motor, tegangan keluarannya bisa mengendalikan kecepatan dari motor itu.

    sama ga paham juga maksud dari deadband itu sendiri apa y??:D

    • Ooo heaternya bisa dikendalikan secara analog. Ya kalau begitu angka setpoint HMI dibuat untuk write data di PLC, lalu data itu dikeluarkan ke analog output PLC. Kalau heaternya cukup kecil untuk bisa di-drive oleh analog output PLC, ya sudah langsung konek saja ke PLC. Kalau heaternya terlalu besar, berarti perlu sejenis power amplifier dulu.

      Mengenai deadband, coba liat di sini deh http://en.wikipedia.org/wiki/Deadband
      Jadinya ga perlu deadband sih klo sistemnya analog gt.

      • LUTHFI says:

        ada sedikit pencerahan mas, dicoba dulu sepertinya😀

        klo heaternya AC, berarti butuh relay tambahan y??

        o iya, data yang dikeluarkan dari analog output itu jadinya bisa langsung dihubungkan ke heater atau power amplifier dong?

        terima kasih banyak mas….
        ngerepotin jadinya….

      • LUTHFI says:

        atau mungkin ada heater dengan sumber DC y??
        saya kurang tau soalnya

      • Wah bingung juga ya. Saya terus terang gatau nih heaternya seperti apa (belum pernah berurusan dengan heater juga soalnya, hehehe). Lebih baik mas Luthfi lihat dulu atau beli dulu deh heaternya dan lihat spec nya baru kita sesuaikan dengan metode controlnya.

  4. LUTHFI says:

    ada yang ketinggalan mas….
    apa ga perlu proses scaling,mas?
    kalau perlu gimana caranya y?

    • Kalau scaling biasanya di HMI ada konfigurasinya. Dicoba dulu saja, kalau tidak ada ya terpaksa di PLC.

      Scaling itu ya memetakan fungsi linear saja, buat persamaan y = mx +c

  5. LUTHFI says:

    mas, mau bertanya lagi
    kalau fungsi dari differensial down pada program di atas untuk apa ya??
    terus kalau scaling untuk analog output gimana caranya y?
    makasih mas

    • Differential down itu supaya function block (add dan subtract) hanya dieksekusi 1 cycle ketika kita menekan tombol INPUT UP atau INPUT DOWN. Jadi sekali kita tekan INPUT UP, nilai arus hanya bertambah sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s