Angkot Tertib, Jakarta akan Lega


Sudah lama sekali nih tidak menulis. Sejak bekerja, jadinya pulang kantor sudah capek, apalagi klo kantornya 50 km jauhnya dari rumah. Rasanya lebih baik tidur di kantor saja daripada pulang (tapi siapa yang berani sih nginep di kantor? Ntar disamperin Mbak Sus lagi, hiiii).

Kita masuk ke topik. Semua orang sampai nenek-nenek juga tahu sekarang Jakarta super duper macet. Karena mobilnya kebanyakan lah, karena busway-nya kurang lah, karena kebanyakan motor lah, banyak deh sebabnya. Tapi yang aku pikir sebenarnya ada solusinya itu dengan merapihkan cara nyetir para angkot a.k.a. angkutan umum (note: angkot di post ini berarti angkot yang minivan itu dan mikrolet & bus umum).

Salah satu penyebab macet Jakarta itu adalah angkot-angkot yang hobi berhenti sembarangan. Berhentinya juga pasti di tempat-tempat yang bikin macet: belokan, perempatan, puter balikan (tempat puter balik maksudnya),  bahkan tengah jalan.

Semua cara dihalalkan demi penumpang tinggal maju selangkah langsung masuk angkot. Aku ga habis pikir, kenapa sih ini para angkoters (supir angkot) serius banget cari penumpang. Ternyata oh ternyata, para angkoters setiap hari mengejar setoran.

Coba dipikirkan, aneh deh. Supir angkot itu kan ga menjual sesuatu seperti sales. Mau serajin apapun, secepat apapun, segesit apapun, mereka akan tetap dapat penumpang yang jumlahnya sama. Kalau di perusahaan semua salesnya rajin, penjualannya meningkat. Tapi kalau supir angkot rajin cari penumpang, ya jumlah penumpangnya ga nambah lah, wong penumpangnya pasti yang itu-itu aja kok. Ga mungkin lah, ada angkot jalannya deket-deketin kamu sampai kamu jadi tertarik masuk angkot padahal memang ga perlu naik angkot. Iya kan?

Jadi sebenarnya usaha angkoters kejar-kejaran cari penumpang itu ga ada gunanya. Gaya menyetir mereka itu sebenarnya merugikan mereka:

  1. Sering kebut-kebutan = boros bensin
  2. Sering rem mendadak = makan kamvas rem
  3. Kejar-kejaran dengan angkot lain = stress

Coba dibuat halte angkot, atau setidaknya point pemberhentian angkot. Semua akan senang: 

  1. Tak ada berhenti mendadak = kamvas rem awet = macet berkurang
  2. Nyetir angkot lebih santai = angkoters tidak stress
  3. Tak perlu kebut-kebutan = hemat bensin

Aku yakin jumlah penumpang angkot tidak akan berkurang hanya karena penumpang harus jalan 100 meter ke halte. Pikirkan saja, kalau gamau naik angkot, memangnya mereka rela naik ojek demi door to door? Pasti tidak mau karena jauh lebih mahal. Jadi, penumpang tidak akan berkurang karena angkot hanya berhenti di halte. 

Lalu tentang setoran? Ini yang aku pikir paling sulit, mengubah sistem setoran ini. Karena dengan sistem baru ini angkoters ga usah balapan, jadi laba total dari seluruh angkoters mesti dibagi rata ke semuanya. Angkoters pasti jadinya ga beri setoran full mereka ke juragan angkot alias korupsi. Jadinya juragan angkot rugi, diberlakukan lagi deh sistem setoran. 

Makanya wahai para juragan angkot, kalian kumpul-kumpullah kolaborasi. Saling kerja sama biar angkot bisa teratur kayak ideku. Percaya deh angkot kalian lebih hemat bensin, jadi fulus meningkat, macet juga berkurang. Ga ada gunanya menuntut angkoters kayak sales, disuruh nyari-nyari customer. Jumlah penumpang itu pasti sama, dicari atau tidak. Oke? Oke?

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita, tips and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Angkot Tertib, Jakarta akan Lega

  1. Thank you inezzz😀

    Padahal gw mikir ini judul ama isinya melenceng ya, wkwkwkkw

  2. ellienasufi says:

    junot, curhatan jaman kerja dulu ya, hehehe… sekarang kan udah deket, fine2 deh, pulang cepet^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s