The EE Handblog: IP (Ingress Protection) Rating


Kalau kita lihat instrument elektrik, biasa ada yang disebut IP rating. Jadi apa sih IP rating ini?

IP rating adalah tingkat enclosure (penutupan ya bahasa indonesianya?) suatu instrument atau komponen elektrik. Dari kode IP rating ini, kita bisa tahu apakah suatu alat ini kedap debu, kedap air, bahkan tahan banting.

Kode IP terdiri 2 digit. Digit pertama menunjukkan seberapa kedap suatu alat terhadap masuknya benda padat. Digit kedua menujukkan seberapa kedap terhadap cairan. Kode-kodenya adalah seperti berikut:

Digit pertama:

  • 0 : tak ada proteksi
  • 1 : tak dapat dimasuki benda lebih besar daripada 50 mm (misalkan tangan manusia)
  • 2 : tak dapat dimasuki benda lebih besar daripada 12 mm (misalkan ujung jari)
  • 3 : tak dapat dimasuki benda lebih besar daripada 2.5 mm (misalkan kabel, perkakas, dll)
  • 4 : tak dapat dimasuki benda lebih besar daripada 1 mm (misalkan skrup, baut, kabel kecil, dll)
  • 5 : tak dapat dimasuki debu (tetapi tidak mutlak)
  • 6 : sama sekali tidak dapat dimasuki debu

Digit kedua:

  • 0 : tidak ada proteksi
  • 1 : tak dapat dimasuki air yang menetes dari atas
  • 2 : tak dapat dimasuki air yang datang dari atas hingga 15° dari sumbu vertikal
  • 3 : tak dapat dimasuki air yang datang dari atas hingga 60° dari sumbu vertikal
  • 4 : tak dapat dimasuki air yang datang dari segala arah (tetapi tidak mutlak)
  • 5 : tak dapat dimasuki air yang disemprot (tekanan rendah) dari segala arah (tetapi tidak mutlak)
  • 6 : terlindungi dari rendaman air dalam waktu singkat
  • 7 : terlindungi dari rendaman air hingga 1 meter
  • 8 : terlindungi dari rendaman air secara menyeluruh

Kita ambil contoh panel elektrik, yang memiliki IP rating IP40, berarti panel ini tidak dapat dimasuki benda lebih besar daripada 1 mm dan tidak terlindungi dari air. Contoh lain, misalkan ada sensor yang memiliki IP65, artinya sensor ini tidak dapat dimasuki debu sama sekali dan terlindungi dari semprotan air.

Sebenarnya ada digit ketiga dalam IP rating, tetapi jarang digunakan karena tidak diwajibkan oleh IEC 60529. Digit ketiga ini menujukkan kekuatan alat terhadap benturan:

  • 0 : tak ada proteksi
  • 1 : terlindungi dari benturan 0.225 joule (dijatuhkan benda 150 g dari ketinggian 15 cm)
  • 2 : terlindungi dari benturan 0.375 joule (dijatuhkan benda 250 g dari ketinggian 15 cm)
  • 3 : terlindungi dari benturan 0.5 joule (dijatuhkan benda 250 g dari ketinggian 20 cm)
  • 4 : terlindungi dari benturan 2.0 joule (dijatuhkan benda 500 g dari ketinggian 40 cm)
  • 5 : terlindungi dari benturan 6.0 joule (dijatuhkan benda 1.5 kg dari ketinggian 40 cm)
  • 6 : terlindungi dari benturan 20.0 joule (dijatuhkan benda 5 kg dari ketinggian 40 cm)

Referensi:

Anonim, n.d., IP – Ingress Protection, The Engineering Toolbox, http://www.engineeringtoolbox.com/ip-ingress-protection-d_452.html (diakses 23 Juli 2011).

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s