The EE Handblog: Circuit Breaker Coordination


Lanjutan tentang CB (Circuit Breaker), hehehe. Adalagi nih yang namanya “Circuit Breaker Coordination”. Ini bukan berarti mengkoordinasikan si CB-CB biar acara pentas seninya sukses (garing banget ya). CB Coordination itu bisa juga disebut Circuit Breaker Discrimination atau Selectivity.

Discrimination atau selectivity artinya mengkoordinasikan CB-CB (atau lebih mudahnya memilih CB) supaya jika ada fault/arus berlebih/arus hubung singkat di suatu titik di jaringan listrik, hanya CB di titik tersebut saja yang trip.

Kita ambil contoh gambar di atas. Andaikata ada fault di setelah (downstream) CB k4, pada sistem yang sudah diterapkan discrimination, maka yang akan trip hanyalah CB k4. CB-CB lainnya akan tetap terhubung normal. Discrimination ini penting karena bayangkan ini jaringan suatu pabrik yang memiliki 3 tahap produksi. Ketiga tahap produksi ini masing-masing disupply oleh listrik dengan proteksi k2, k3, dan k4. Jika  k1 (satu pabrik) ikut trip hanya karena fault di k4, bayangkan berapa kerugian yang dialami oleh pabrik itu?

Jadi, sebenarnya pemilihan CB itu tidak hanya bergantung dari berapa beban yang akan diproteksinya, tetapi juga harus memperhatikan CB-CB lainnya (terutama bagian upstream & downstreamnya).

Cara menerapkan discrimination ini sebenarnya cukup sederhana. Kita hanya perlu memastikan bahwa tripping curve antara CB upstream berada di sebelah kanan CB downstream-nya.

Kita ambil contoh dari gambar di atas lagi. Misalkan k1 ratingnya 40A, k3 ratingnya 32A, dan k4 ratingnya 2A. Kita lihat tripping curvenya:

Kalau kita lihat gambar yang kanan, kurva k1 dan kurva k3 benar-benar terpisah. (Kalau bingung baca kurvanya, mungkin akan membantu jika baca ini dulu). Jika ada fault di titik k3 di antara 20A hingga 130A, hanya k3 yang akan trip (k1 tidak akan trip, atau setidaknya pasti k3 dahulu yang trip). Jadi k1 dan k3 sudah terdiskriminasi.

Sekarang kita lihat gambar yang kiri. Kurva k2 dan k1 saling berpotongan. Ini berarti fault pada k2 dapat mengakibatkan k1 ikut trip. Maka k2 dan k1 tidak terdiskriminasi. Supaya terdiskriminasi, kita harus memilih rating k1 yang lebih besar agar kurva k1 bergeser ke kanan.

Ada dua macam discrimination: total discrimination & partial discrimination. Total discrimination berarti antara CB benar-benar terdiskriminiasi untuk arus fault hingga hubung singkat. Partial discrimination berarti diskriminasi tidak terjadi untuk semua besaran arus (biasanya arus hubung singkat yang tidak termasuk). Untuk contoh di atas, bisa dikatakan itu adalah partial discrimination karena arus hubung singkat dapat membuat trip semua CB dalam waktu yang sama.

Begitulah coordination untuk CB. Kalau ada masukan atau saya salah tulis, tolong tulis saja di komen ya ^^

Referensi:

Nereau J.P., 2001, “Discrimination with LV Power Circuit-Breakers”, Cahier Technique No. 201, Schneider Electric, <http://www2.schneider-electric.com/documents/technical-publications/en/shared/electrical-engineering/dependability-availability-safety/low-voltage-minus-1kv/ect201.pdf> Diakses 2 Agust 2011.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to The EE Handblog: Circuit Breaker Coordination

  1. rizki dinata says:

    Trija kasih atas infonya tentang mcb bos

  2. rizki dinata says:

    Apakah ada lagi info tentang pengaman listrik yg lain untuk pembelajaran saya, atau masih ada lagi yg perlu di ketahui tentang mcb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s