The EE Handblog: Apa itu TN-S, TN-C, TT?


Tolong jangan asal membaca judul di atas, apalagi bagian akhirnya, karena bisa disangka salah sangka dan ditampar wanita. Yang saya mau jelaskan di sini adalah sistem earthing (atau pembumian atau orang suka bilang grounding – walaupun mereka itu salah). Kode-kode itu biasanya akan kita lihat kalau berhubungan dengan sistem earthing jaringan listrik. 

Munculnya rasa bingung terhadap kode-kode ini saya rasakan sewaktu saya coba membuat single line diagram dengan salah satu (atau lebih) software analisis jaringan listrik (salah satunya adalah ETAP). Ketika memulai, muncul pertanyaan “What’s your system’s type? TN-S? TN-C? TT?”

“Langsung jawaban saya adalah, ‘Apaan nih? Meneketehe.’,” Setelah beberapa bulan mencueki kode tersebut (dan cari-cari juga tentang infonya), saya menemukan arti kode-kode aneh itu.

Kode-kode ini menunjukkan bagaimana koneksi earthing sistem kita. Di kelas (teori), yang namanya earthing itu artinya menghubungkan grounding rangkaian device kita, dengan body-nya, lalu dihubungkan ke kabel yang menancap ke tanah. Tapi, apakah TV di rumah ada kabel yang ditancap ke tanah? Apakah komputer di rumah kabelnya ditancap ke tanah? Tentu tidak kan? Karena memang tidak harus seperti itu cara meng-earth-kan (membumikan – bukan dikubur ya) device kita.

Pada sistem earthing ini, device tidak harus berupa perangkat elektrik/elektronik. Device di sini adalah perangkat/sistem yang mengkonsumsi daya dari power supply (konsumen). Kalau di sebuah pabrik, device ini bisa berarti panel-panel distribusi, motor, dan equipment lainnya. Kalau di distribusi listrik, device ini berarti rumah atau gedung yang mengkonsumsi listrik itu. Kalau di sistem transmisi, device bisa berarti gardu-gardu distribusi.

Menurut kode-kode itu, ada berbagai macam cara kita mengatur sistem earthing:

TN:

Pada sistem TN, tancapan ke tanah itu hanya ada di bagian supply (Ditunjukkan oleh huruf pertama T: Terra (latin: tanah). Power supply ini bisa berupa generator atau trafo. Yang di-earth-kan adalah bagian netral dari jaringan (huruf kedua N: neutral). Ada 3 varian TN ini: TN-S, TN-C, dan TN-C-S.

TN-S:

Pada sistem ini, jalur netral dan jalur earthing dipisahkan (walaupun sebenarnya digabung pada power supply). Setiap device atau panel distribusi dalam sistem earthingnya dihubungkan dengan jalur earthing utama. Huruf tambahan S pada kode TN-S ini berarti separated (earthing dan netral terpisah di jaringan). Sistem ini biasa digunakan di transmisi listrik bawah tanah, dan distribusi listrik di pabrik (yang saya terapkan di pabrik sih TN-S ini ya).

TN-C:

Pada sistem ini, C berarti combined. Sesuai kata tersebut, di sini berarti earthing dan netral digabungkan di jaringan. Jadi earthing device-device dihubungkan ke jalur netral jalur distribusi utama. Sistem ini agak jarang digunakan. Biasanya earthing dan netral ini digabungkan sebagai shield kabel, jadi kabel yang digunaka adalah coaxial dengan jalur phase di inner conductornya.

TN-C-S:

C-S berarti combined-separated. Sistem ini adalah campuran TN-C dan TN-S. Sebagian dari sistem menganut TN-S, sebagian lagi TN-C. Bagian upstream (dekat power supply) selalu TN-S dan downstreamnya TN-C <- mungkin ada yang bisa koreksi tentang ini, saya kurang yakin soalya.

TT:

Di sini, huruf kedua bukanlah N, melainkan T (terra juga). Di sini artinya earthing device masing-masing langsung ditancapkan ke tanah. Jadi tidak ada jalur earthing di jalur distribusi sehingga earthing device tidak digabungkan ke earthing power supply, melainkan langsung ditancap masing-masing. Sistem ini biasa diterapkan untuk distribusi listrik rumah/gedung. Di setiap rumah kan pasti ada tancapan earthing masing-masing, lalu di gardu distribusi/trafo juga ada tancapan earthingnya. Lalu kalau lihat tiang listrik, kabel earthing itu tidak ada, hanya ada phase dan netral.

 IT:

Sistem yang terakhir, adalah IT. Huruf I di sini berarti isolated. Ini berarti power supply terisolasi dari earthing, alias tak ada earthingnya. Sebenarya bisa saja ada tancapan earthing, tetapi dengan impedansi yang besar. Di downstreamnya, device-device memiliki earthing. Earthing untuk device-device tentunya harus memiliki tancapan sendiri karena tidak bisa menumpang di power supply (secara power supply-nya tidak punya earthing). Sistem ini biasa diterapkan di bagian distribusi daya atau generator.

Saya hanya menjabarkan garis besar dari sistem earthing. Kalau ingin informasi yang lebih detail bisa ke referensi di bawah ini (terutama yang dari Schneider, karena lengkap sekali sampai hitungan arus faultnya). Jangan sungkan-sungkan menulis komen, siapa tahu ada yang perlu dikoreksi ^^.

Referensi:

“Earthing System”, Wikipedia, <http://en.wikipedia.org/wiki/Earthing_system>, diakses 3 Agust 2011.

Calvas R. dan B. Lacroix, 2004, “System Earthings in LV”, Cahier Technique No. 172, Schneider-Electric, <http://www2.schneider-electric.com/documents/technical-publications/en/shared/electrical-engineering/dependability-availability-safety/low-voltage-minus-1kv/ect172.pdf>, diakses 3 Agust 2011.

Joe, 2011, “Types of Earthing Systems”, Electrical Engineering Centre, <http://www.electricneutron.com/earthing-system/types-of-earthing-systems>, diakses 3 Agust 2011.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in teknik and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to The EE Handblog: Apa itu TN-S, TN-C, TT?

  1. luki says:

    Gile, temen gw nih yang nulis. Kagum juga gw. Uda bisa jadi dosen lu gan.

  2. alif says:

    terima kasih sharenya, skarang saya dapat pencerahan juga tentang sistem pembumian..
    mau tanya neh, sebenarnya kabel netral & ground itu boleh d satukan atau tidak y?? atau lebih baik dipisah??
    trus efek postif & negatifnya klo d satukan dan dpisah apa y??
    thanks..

    • Ada batasan2 kapan boleh digabung, kapan harus dipisah. Kalau tidak salah di referensi Schneider, kalau aplikasinya menyerap arus lebih besar daripada 10 A, harus dipisah.

      Efek positif dipisah itu kurang lebih seperti redundancy sih. Kalau kabel netral nya rusak atau terputus, arus netralnya masih bisa teralirkan ke kabel earth. Efek negative nya dipisah ya berarti kita butuh kabel lebih banyak -> more wiring, more cost.

      Mohon dikoreksi kalau ada yang salah ya😀

  3. Nanda says:

    trimakasih mas,

    saya sangat terbantu sekali dgn artikel ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s