Astronomical Doomsday


MayanCalendarAkhirnya Desember 2012 tiba juga, bulan yang katanya adalah “Doomsday” alias “Hari Kiamat”. Benarkan demikian? Tidak ada yang tahu, toh ramalan ini berasal dari sumber-sumber mistis dan interpretasi relik-relik kuno (yang para arkeolog sudah capai menjelaskan bahwa tidak ada ramalan kiamat dari kalender Maya).

Kita lupakan saja ramalan-ramalan itu karena tak jelas hasilnya sampai kita pesta akhir tahun baru nanti, hehe. Kalau ingin meramal, sebenarnya manusia modern bisa meramal lebih baik, atau tepatnya lebih ilmiah.

Para ilmuwan di bumi sebenarnya sudah lama memprediksi kapan kehidupan di bumi akan berakhir. Dan ini ga pakai bantuan Mama Lauren atau kalender mana pun.  Terlepas dari ramalan-ramalan mistis, memang banyak hal mengancam kehidupan di bumi: perang, bencana alam, penyakit, dll. Namun, beberapa hal tersebut tidak bisa kita tentukan kapan terjadi. Tidak ada yang tahu kapan U.S akan perang dengan Kor-Ut, tidak ada yang tahu kapan akan muncul gempa begitu besar hingga semua bangunan rubuh, dan tidak ada yang tahu kapan virus zombie muncul (amit-amit… ketok meja).

Daripada pusing melihat yang ada di bumi, para ilmuwan mendongak ke luar angkasa. Ternyata ada beberapa hal di luar sana yang akan melenyapkan kehidupan bumi.

Asteroid

orbits-of-earth-crossing-asteroids-ron-millerSudah pada tahu kan bahwa banyak asteroid yang lintasannya memotong orbit bumi?  Sederhananya dengan hitungan KPK anak SD kita bisa tahu kapan suatu asteroid berciuman dengan bumi. Tapi ternyata tidak bisa se-simple itu. Jalur asteroid tidak bisa dipetakan dengan eksak. Bisa saja jalurnya berubah karena gravitasi planet lain. Dan juga ada ribuan asteroid di luar sana yang ilmuwan NASA belum tahu semua jalur orbitnya.

Tetapi tenang saja, karena NASA menganggap hal ini sebagai ancaman serius sehingga mereka membuat program NEO (Near-Earth Object). Program ini bekerja (bukan program komputer lho ya, maksudnya program kerja gitu) mencari benda-benda langit yang akan bergerak mendekati bumi. Kalau ada yang berpotensi menabrak bumi, mereka selidiki lebih lanjut efek dan waktunya.

NEO

Sejauh ini, ancaman terbesar yang ditemukan adalah asteroid 2011 AG5. Asteroid ini diprediksi bisa menabrak bumi sekitar tahun 2040 (Leonard Davis di Space.com). Nah lho, jadi kiamat tahun 2040 nih? Kemungkinan tidak, karena para ilmuwan masih menyelidiki apakah benar jalurnya akan menabrak bumi atau tidak dan katanya tahun 2023 baru bisa ditentukan apakah asteroid ini benar mengancam atau hanya akan lewat.

Kalau benar 2011 AG5 akan menabrak, para ilmuwan NASA akan berusaha membelokkan atau menghancurkan asteroid itu (kayak film “Armageddon” gitu ya). Jadi, mungkin kiamat akan tiba tahun 2040, mungkin tidak, tergantung usaha kita “mengusir” asteroid.

Matahari

Matahari akan meledak? Tidak sih, tetapi yang pasti matahari punya batas umur. Saat ini matahari umurnya sudah kira-kira 4.5 milyar tahun. Matahari akan mati ketika bahan bakarnya habis, kira-kira pada ulang tahunnya yang ke 10 milyar.  Yah, lumayan kita masih punya 5.5 milyar tahun untuk hahahihi.

Lifecycle-of-the-Sun

The Fate of Earth

Jadi kemungkinan kiamat terdekat adalah tahun 2040. Lalu kalau ternyata asteroid itu tidak menabrak bumi, kita masih punya sekitar 5.5 milyar tahun untuk beranak-cucu. Tetapi, kata Pak Garlick sih tidak demikian. Ada satu artikel menarik dari majalah Sky & Telescope terbitan Oktober 2002. Ditulis oleh astronomer Mark A. Garlick, mengatakan bahwa kehidupan bumi akan hilang jauh sebelum matahari mati (kalau mau baca artikelnya bisa ke sini).

Teori ini didasarkan pada siklus hidup matahari. Seperti gambar di atas, matahari akan menjadi Red Giant lalu mati pada umur sekitar 10 milyar tahun. Tetapi sebelum menjadi Red Giant, matahari akan membesar perlahan-lahan dahulu. Semakin besar matahari, semakin hangat bumi kan? Nah kata Pak Garlick ini, 1 milyar tahun lagi panas matahari akan membuat bumi ga bisa lagi mendukung kehidupan. Tumbuhan akan mati, kemudian binatang dan manusia juga akan mati karena kehilangan makanan.

Untitled

Jadi kalau mau menghindar dari kiamat, kita harus mengungsi ke planet lain (dilihat dari gelagat NASA, sepertinya sejauh ini Mars adalah kandidat terbaik). Adalagi ide lain (ntah ini brilian atau gila) yaitu menjauhkan orbit bumi dari matahari.

Untitled(1)

Jadi kita akan membelokkan asteroid yang melintas di dekat bumi, supaya bisa lebih dekat lagi ke bumi. Alhasil orbit bumi akan mundur sedikit dari matahari. Kalau diulang-ulang seperti itu bumi akan berjarak cukup aman dari matahari yang makin besar. Gila aja ya, padahal kita ingin menjauhkan asteroid tapi ini malah me-“near miss“-kan asteroid.

So, when will doomsday be? 2040? 1 milyar tahun lagi kah? 4 milyar? Pusing ah, mending kita beli champagne dulu aja buat toast di new year’s eve tahun ini. Cheers.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s