Selamatkah Jakarta pada Gawat Darurat?


20121225-191559.jpg

Mungkin warga Jakarta dan sekitarnya sudah biasa macet-macetan setiap hari. Pemandangan seperti gambar ini adalah makanan sehari warga dan komuter Jakarta. Ratusan mobil, ribuan motor, saling seruduk, saling serobot, masuk trotoar, masuk jalur busway, klakson setiap menit. Tapi ingat, ini dalam kondisi aman. Bagaimana kalau Jakarta tiba-tiba berada dalam kondisi gawat darurat. Misalkan terjadi banjir dashyat, gempa bumi, atau mungkin perang. Bisakah kita menyelamatkan diri dari Jakarta?

Menurut badan statistik, jumlah penduduk jakarta ada sekitar 10 juta jiwa sekarang. Bayangkan kalau 10 juta orang memutuskan untuk keluar rumah dan keluar jakarta? Bisa kah mereka? Berapa jam ya yang diperlukan untuk keluar Jakarta? Setiap hari, sekitar 2 juta orang keluar masuk Jakarta di jam sibuk. Kita sudah tahu seperti apa macetnya, 1-3 jam hanya untuk menepuh 30-40 km. Jadi bisa terbayangkan kalau 10 juta orang berebut keluar Jakarta, mengerikan.

20121225-200309.jpg
Itu kalau dengan kendaraan pribadi. Dalam keadaan darurat, tentu ga hanya mobil dan motor yang digunakan. Mungkin kapal laut, pesawat terbang, dan kereta api juga akan digunakan. Itu pun, moda transportasi ini sudah penuh di hari biasa. Belum lagi di waktu mudik. Orang berjubel-jubel masuk ke kereta api, bus, dan kapal laut. Tidak sedikit kasus pemudik terluka ketika berebut masuk kendaraan. Dan ini bukan keadaan darurat. Kalau dalam darurat, orang-orang tentu lebih panik. Semakin tak perduli, dorong-dorong sana sini, mungkin bisa sampai memukul orang lain.

Masih ingat banjir sebagian di hari Sabtu, 22 Des 2012 kemarin? Banjir baru terjadi di sebagian wilayah Jakarta tetapi jalanan langsung stuck di mana-mana. Warga langsung teriak, “Pak Jokowi, tolong!” Menghilangkan macet dan banjir seperti ini memang sudah jadi agenda utama para gubernur Jakarta (atau setidaknya begitu katanya pas kampanye). Selama ini tujuan utamanya adalah ekonomi. Berkurangnya macet berarti bisnis semakin bagus, semakin efisien, semakin menguntungkan. Tapi bukankah mengurangi macet berarti kita memiliki spare lebih? Bukankah ini memperlancar evakuasi jika dibutuhkan? Membetulkan drainase Jakarta juga bisa memberi spare kepada kita, supaya Jakarta tidak mudah dilumpuhkan oleh hujan ukuran sedang.

20121225-204514.jpg
Kalau Jakarta dibiarkan seperti ini, sebagian besar warga Jakarta akan sulit untuk selamat mengatasi bencana. Jika Jakarta perlu dikosongkan dalam waktu singkat, mungkin yang selamat hanya presiden, para pejabat, dan kaum elit yang memiliki akses mudah dengan iring-iringan polisi dan tentara. Masyarakat sisanya tentu hanya dianggap warga biasa yang keselamatannya dinomorduakan oleh orang-orang yang berkuasa. Jakarta memerlukan perbaikan besar untuk memperlancar perpindahan penduduk dan pencegahan banjir. Selain itu, sebuah rencana evakuasi juga dibutuhkan untuk siap setiap saat, tidak baru dibuat ketika bencana terjadi. Jakarta harus siap mengatasi masalah sehari-harinya dan bencana kalau mau 10 juta warganya hidup dengan aman dan tentram.

About Junot D. Ojong

Author is a control systems engineer at a private company in Jakarta.
This entry was posted in Sekedar Cerita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Selamatkah Jakarta pada Gawat Darurat?

  1. Kaswanto says:

    Mas..thankyou banget ..dah pernah bantu mbuatin ladder power supply….hehheheh..maju trs jangan bosan bila sering tanya yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s