Modul Digital I/O adalah salah satu modul yang paling hampir selalu digunakan pada PLC. Penggunaan modul ini biasanya membutuhkan power supply tambahan untuk men-drive input dan output.
Pada digital input, terminal dihubungkan dengan saklar, push button, atau relay beserta power supply. Cara pemasangan rangkaian pada terminal ini dapat dilihat pada gambar berikut. Keep reading →
Categories: teknik
Tagged: cj1m, controller, digital, i/o, input, logic, omron, output, PLC, programmable
November 8, 2009 · 1 Comment
PLC Omron dapat diprogram dengan menggunakan software CX-Programmer. Software ini dapat diperoleh di dealer-dealer Omron terdekat. Untuk dapat memogram PLC, PC tempat CX-Programmer diinstall harus dihubungkan ke CPU unit PLC dengan menggunakan kabel serial.
Setelah menghubungkan CPU unit dengan PC, setting PLC harus ditentukan. Cara penentuan setting PLC ada 2: Auto Online dan secara manual. Keep reading →
Categories: teknik
Tagged: cj1m, controller, cx-programmer, logic, omron, PLC, programmable
Untuk bisa memprogram PLC, CPU unit dari PLC harus dihubungkan ke programming console atau PC (personal computer). PLC dapat dihubungkan ke komputer dengan menggunakan koneksi serial.
Pada PLC Omron CJ1M Series, programming ladder menggunakan software CX-Programmer yang diinstall di PC. Untuk menghubungkan CPU unit ke PC, dibutuhkan kabel “standard” RS-232. Namun hati-hati, kabel “standard” RS-232 ini ternyata tidak se-standard yang kita kira. Keep reading →
Categories: teknik
Tagged: 232, cj1m, controller, komputer, logic, omron, pc, PLC, port, programmable, rs, rs-232, serial
PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebuah controller yang biasa digunakan untuk sistem otomasi di dalam pabrik. Controller ini menggunakan bahasa ladder yang merupakan representasi software dari koneksi-koneksi relay dan kontaktor.
PLC bukan merupakan satu buah alat tetapi kumpulan-kumpulan modul-modul yang dihubungkan sehingga menjadi satu kesatuan PLC. Modul-modul dasar yang membentuk PLC adalah:
1. Power Supply unit: modul ini adalah sumber daya yang mengaktifkan sistem PLC.
2. CPU unit: modul ini adalah otak dari PLC. Tempat untuk penyimpanan program ladder, penyimpanan data, dan pengolahan data.
2. Digital Input unit: modul ini adalah modul masukan digital PLC. Berguna untuk membaca input sinyal digital.
3. Digital Output unit: modul ini adalah modul keluaran digital PLC. Berguna untuk mengeluarkan sinyal digital. Modul ini bisa berupa output relay/kontaktor, bisa juga berupa output transistor.
4. Analog Input unit: modul ini adalah modul masukan analog PLC. Berguna untuk membaca sinyal analog yang umumnya berupa tegangan ±10V, 0 - 5V, atau arus 4 – 20mA.
5. Analog Output unit: modul ini adalah modul keluaran analog PLC. Berguna untuk mengeluarkan sinyal analog yang bisa berupa arus 4 – 20mA, atau tegangan.
Modul-modul I/O (Input dan Output) umumnya membutuhkan power supply tambahan di luar power supply unit yang sudah terkoneksi. Power supply tambahan ini digunakan untuk men-drive terminal I/O pada modul. Nilai power supply yang biasa dibutuhkan adalah 12 VDC, 24 VDC, 110 VAC, atau 220 VAC. Jika modul-modul tersebut sudah dihubungkan satu sama lain, maka akan terlihat seperti gambar ini.

Gambar di atas adalah contoh PLC Omron CJ1M Series dengan modul: (1) Power Supply Unit, (2) CPU Unit, (3) Digital Input Unit, (4) Digital Output Unit, (5) Analog Input Unit, dan (6) Analog Output Unit.
Categories: teknik
Tagged: controller, logic, omron, PLC, programmable
breathing each other’s life
holding this in mind
that if we fall, we all fall
and we fall alone…
(System of a Down – Attack)
Sepertinya, kasus KPK & Polri yang lagi “hot” saat ini bisa diutarakan seperti lirik di atas. Bagaimana menurut Anda?
Categories: Berita
Tagged: cicak, vs, buaya, kpk, polri, kriminalisasi, konspirasi
Semester 1 Wah, kuliah… Bisa ga ya kuliah? Belajarnya kayak apa ya? Susah ga ya?
Semester 2 Hati lega, ternyata semester 1 bisa terlewati dengan baik. Semester 2 bisa ga ya?
Semester 3 Fiuh, tahun pertama lewat tanpa ada yang ngulang. Wah, sekarang udah mulai kuliah teknik elektro. Susah ga ya? Ada ospek lagi….
Semester 4 Lega….. bisa lulus kuliah tersulit semester 3. Semester ini katanya kuliahnya gampang-gampang. Santai…
Semester 5 Wah, sekarang sudah masuk subjurusan nih. Setelah bingung 7 keliling pilih subjur yang mana, akhirnya dipilihlah subjur yang katanya kuliahnya mudah tapi “elektro” banget.
Semester 6 Aduh….. ini toh yang dikatakan kakak-kakak senior semester paling berat. Praktikum segudang….
Semester 7 Waduh, sudah tingkat 4 nih. Semester depan harus sudah TA (tugas akhir). Topiknya apa dnk y????
Semester 8 Ayo-ayo, cepat kita selesaikan saja ini!
Itulah tadi perasaanku selama menjalani kehidupan kuliah. Sebenarnya ada sisi lain dari perasaan itu: Keep reading →
Categories: Curhat
Tagged: kesan, kuliah, perasaan, pesan, semester
Tadi pagi, sekali lagi saya dikira mau pindah dari kos oleh si opa yang punya kos. Si oma dan opa pemilik kos ini semangat sekali mengusir anak-anak kos di tempat saya dan sudah berhasil 80%. Cara mengusir mereka benar-benar licik dan oportunis sehingga sulit dipercaya untuk dilakukan oleh orang-orang yang sudah lanjut usia seperti mereka. Keep reading →
Categories: Curhat
Tagged: kos, oma, politik, tante, usir
Tadi siang saya mendengar pembicaraan dua orang teman elektro saya. Mereka membicarakan cita-cita mereka di masa depan dengan visi “Elektrofikasi 100%”. Ada yang tahu arti kata ‘elektrofikasi’? Saya baru pernah mendengar kata itu tadi di pembicaraan mereka. Mungkin definisi elektrofikasi itu kurang jelas, tetapi mereka bilang bahwa jika Indonesia sudah ter-elektrofikasi 100% berarti seluruh bangsa Indonesia, baik yang di kota dan di desa, mendapatkan semua layanan elektrik. Layanan elektrik itu berupa lampu penerangan, televisi, hingga internet. Memang suatu impian yang indah sih, tetapi bagiku elektrofikasi 100% itu adalah tidak mungkin. Sampai kiamat pun tidak ada yang namanya elektrofikasi 100%. Keep reading →
Categories: Sekedar Cerita · filosofiku
Tagged: elektrofikasi, indonesia, internet, pedesaan
Dalam sistem ANC (Active Noise Control), biasa diterapkan sistem kendali adaptif (Adaptive Control System). Sistem ini adalah suatu sistem kendali yang parameter-parameternya berubah-ubah sepanjang waktu. Sistem kendali adaptif berguna untuk mengendalikan suatu sistem yang kondisinya berubah-ubah atau time-invariant. Sistem ANC tidak hanya mencakup rangkaian speaker, DSP, dan mikrofon saja, tetapi mencakup udara di sekitar sistem. Keadaan udara tidak selalu konstan, selalu ada perubahan seperti suhu, kelembapan, tekanan, dll. Hal inilah yang menyebabkan ANC membutuhkan sistem kendali adaptif. Keep reading →
Categories: teknik
Tagged: active, adaptif, adaptive, aktif, anc, bising, control, digital, filter, FIR, identification, identifikasi, IIR, kendali, modelling, noise, pemodelan
October 18, 2009 · 1 Comment
Seperti yang telah saya ceritakan di postingan yang lalu, saya sekarang menggunakan internet broadband 3G untuk berinternet-internet ria. Untuk menggunakan layanan internet ini, saya harus memiliki modem 3G yang biasanya dikoneksikan melalui port usb di komputer. Modem ini ada bermacam-macam jenis dan merk. Ada modem yang dapat dibeli langsung pada provider internet itu sendiri ada juga modem yang dijual di toko elektronik. Modem yang dijual oleh provider biasanya sudah di-lock sehingga hanya bisa menggunakan kartu USIM provider itu sendiri, sehingga kita tidak bisa ganti provider. Sedangkan modem yang dijual di toko elektronik tidak di-lock sehingga kita bisa bebas gonta-ganti provider.
Modem USB Sierra Wireless Compass 885 adalah salah satu merk modem 3G yang banyak digunakan saat ini. Modem inilah yang saya gunakan untuk internet-an pakai 3G (walaupun biasanya hanya dapat sinyal 2G karena posisi geografis kos saya yang kurang strategis). Kata mbak-mbak di tokonya sih, merk ini yang biasa dipakai orang. Ada juga merk lain seperti Hua Wei dan Vodafone. Yang Hua Wei, saya lupa seri berapa, kecepatannya masih up to 3,6 Mbps. Yang Sierra Wireless dan Vodafone sudah up to 7,2 Mbps. Saya pilih ini karena siapa tahu nanti saya bisa menemukan provider yang menyediakan kecepatan up to 7,2 Mbps (saat ini provider saya hanya up to 256 kbps).
Selama menggunakan modem ini, banyak suka duka yang saya rasakan. Senang sih bisa internet-an lagi sekarang di kosan, tetapi kadang kesel juga modemnya suka “angot”. Setelah saya gunakan dan amati selama sebulan, saya menemukan beberapa kelemahan dan trik-trik dalam menggunakan modem ini. Keep reading →
Categories: tips
Tagged: 3G, 885, compass, internet, modem, sierra, usb, wireless